RADAR JOGJA – Komunitas Gayam16 sebagai pelaksana Yogyakarta Gamelan Festival (YGF), menggelar jumpa pers dan tumpengan pada Senin (9/11). Dalam jumpa pers tersebut, Project Director YGF Ishari Sahida menyebutkan tahun ini adalah tahun yang spesial karena YGF dilaksanakan untuk yang ke 25 kali. Sayangnya karena pandemic, YGF tidak dapat diselenggarakan secara luring.

Acara ini pula didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan bisa disaksikan secara daring di wesbite YGFLIVE.com. “Usia 25 tahun bukan sekadar romantisme, melainkan introspeksi terhadap hal-hal yang sudah dilakukan selama ini untuk mengevaluasi apa yang sudah dilakukan YGF dan manfaatnya. Momentum ini juga menjadi pemikiran perihal apa yang akan dilakukan YGF setelah 25 tahun,” ucap Ari Wulu, sapaan Sihari Sahida.

Dia menyebutkan gamelan merupakan kesatuan dan tidak modular. Artinya, saat memainkan gamelan harus bersama-sama atau berbareng. ”Ini jadi paradoks di tengah pandemi, lantas apakah tidak bisa menghadirkan gamelan,” ujar Ari Wulu, sapaan akrab Ishari Sahida, dalam jumpa pers 25th YGF di pendopo Komunitas Gayam16.

Sedangkan untuk rangkaian acara YGF ini akan dilaksanakan mulai 18-22 November 2020. Acara ini dapat diakses oleh penonton mulai pukul 19.30 sampai 22.00 Selain pementasan gamelan, juga akan diadakan rembug budaya, lokakarya budaya, dan pergelaran tari. Pandemi ini tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi Komunitas Gayam16 untuk melaksanakan YGF.

Panitia tetap memilih untuk melaksanakan festival secara daring karena antusiasme dari para penampil yang ingin ikut serta dalam festival gamelan ini. Festival gamelan ini akan diikuti belasan penampil yang berasal dari DIJ dan luar negeri, seperti, Gamelan Keller (Prancis), Gamelan Kancil Arles (Prancis), Gamelan Larasati (Prancis), Rasamaya (Surakarta), Padhang Moncar Gamelan Group (New Zealand), Sanggar Seni Jhung Rojhung (Pamekasan), Hai Definition x Gamelan Asmaradana (Singapura), Sanggar Tarara (Bangkalan), Sanggar Tari Guntur (Kota Kediri), Omah Cangkem (Yogyakarta), Canda Nada (Yogyakarta), dan Omah Gamelan (Yogyakarta).

Semua program akan dijalankan secara daring, masing-masing penampil dari luar DIJ mengirimkan karya atau penampilannya dalam bentuk video yang dibuat di rumah, pendopo, atau studio masing- masing. Kemudian video itu akan disiarkan secara live dari studio broadcast YGF Sementara untuk Komunitas Gayam16, penampilannya akan disiarkan secara langsung dan disiarkan melalui website YGF. (om1/ila)

Seni dan Budaya