RADAR JOGJA – Setelah mengalami berbagai penundaan, kompetisi piano Ananda Sukarlan Award (ASA) edisi ke-7 tahun 2020 diselenggarakan secara online. Baik di babak semi final maupun finalnya.

Selain itu, sejak tahun ini kompetisi yang paling mapan di negeri ini dan telah menghasilkan banyak pianis unggul sejak 2008 ini telah diambil alih penyelenggaraannya oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan dari Kemdikbud RI.

“Kini semua pianis dapat berpartisipasi di ajang yang paling bergengsi ini secara gratis, tanpa biaya pendaftaran sepeserpun,” ujar Ananda Sukarlan dalam pers rilisnya, Rabu (9/9).

Dijelaskan, hal ini adalah komitmen Kemdikbud untuk mendapatkan SDM unggul di bidang seni serta memapankan identitas Musik Klasik Indonesia. Pemenang utama, seperti halnya edisi-edisi ASA sebelumnya, akan mendapatkan beasiswa untuk summercourse ke Perancis tahun 2021 atas sponsor Institut Francais d’Indonesie.

Kemdikbud juga akan memberdayakan para pemenang lainnya dalam upaya meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya Indonesia di tengah peradaban dunia melalui Pelindungan, Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan.

Pada September dan Oktober ini para pemenang ASA yang lalu mengadakan konser daring produksi Direktorat Perfilman, Musik dan Media Baru di bawah Kemdikbud. Randy Ryan (pemenang ASA 2012) yang telah lulus Juilliard School of Music, New York tampil di konser “Gus Dur: Diplomasi through the Arts and Humor” pada 7 September. Sedangkan Ayunia Indri Saputro serta Gabriella Prisca Handoko (keduanya pemenang ASA 2016) tampil di konser yang berlokasi di situs Trowulan pada Oktober mendatang. Semua video ini akan tayang di kanal YouTube “Budaya Saya” dari Ditjen Kebudayaan RI.

“Para musikus pemenang ASA kini dituntut untuk menjalankan diplomasi budaya, menunjukkan kekayaan seni dan budaya Indonesia ke dunia luar melalui teknologi. Dengan konser daring ini, penonton membengkak dari segi kuantitas dan juga segmennya. Para pianis bukan hanya menjadi konsumsi para penggemar musik klasik. Kini dunia internasional bisa belajar tentang tokoh pahlawan atau situs bersejarah kita bukan dengan cara mendengarkan narasi yang membosankan, tapi juga melalui musik sehingga langsung bisa menyentuh emosi”, pesan Ananda lewat WhatsApp .

Sementara itu, batas waktu pengiriman atau upload video di YouTube untuk para peserta adalah pada 10 Oktober 2020. Nama peserta yang berhasil masuk final dari setiap kategori akan diumumkan pada hari Selasa, 3 November di website & IG @anandasukarlancenter . Para finalis kemudian harus meng-upload video babak final paling lambat tanggal 25 November. Untuk syarat, ketentuan dan info menjadi peserta, bisa klik bit.ly/ASAward2020. (*/ila)

Seni dan Budaya