RADAR JOGJA – Dinas Pariwisata DIJ tengah menyiapkan konsep paket wisata cultural experience. Inovasi ini guna mendukung promosi wisata Jogjakarta di tingkat internasional. Khususnya dalam mendorong garis filosofi menjadi bagian dari warisan budaya UNESCO.

Program ini sendiri sejalan dengan konsep Jogja Wisata Heritage. Intinya adalah menawarkan pengalaman wisata budaya di sejumlah lokasi bersejarah. Fokus program ini adalah sumbu filosofi yang ada di Jogjakarta.

“Saat ini pengembangan sumbu filosofi sebagai bagian dari  warisan dunia. Kami punya paket dengan menawarkan cultural experience,” jelas Kepala Dispar Singgih Raharjo ditemui di Bangsal Kepatihan Pemprov DIJ, Selasa (8/9).

Pada awalnya konsep ini ditawarkan bagi wisatawan minat khusus dan mancanegara. Seiring waktu berjalan putar haluan bagi wisatawan domestik. Pertimbangan utama adalah masih terjadinya pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Sumbu filosofi sendiri terfokus di tiga titik utama. Tepatnya kawasan Panggung Krapyak, Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Tugu Pal Putih. Sesuai konsepnya menawarkan nilai-nilai filosofis sejarah dari ketiga titik tersebut.

“Dalam paket ini akan memberikan cultural experience. Dari Panggung Krapyak ke Kratpn, lalu Tugu ke Kraton. Filosofinya tinggi dan ini bisa memberikan pengetahuan ke wisatawan bahwa kekuatan wisata Jogjakarta adalah budaya,” katanya.

Penguatan konsep wisata dikuatkan dengan kemajuan teknologi. Berupa pemanfaatan QR Code di ketiga titik ini. Pemindaian dengan gawai akan menyajikan informasi sejarah. Inovasi ini harapannya mampu menjadi nilai edukasi yang ideal.

“Jadi nanti wisatawan tak sekadar datang lalu foto selfie. Tapi ada pengetahuan yang didapat setelahnya,” ujarnya.

Paket wisata yang ditawarkan terdiri dari beberapa pilihan. Paket pertama adalah paket wisata empat hari dan tiga malam. Adapula paket dua hari dan satu malam menginap. Tentunya sesuai dengan keinginan para wisatawan.

“Implementasi (paket wisata) soon (secepatnya). Sebenarnya kemarin sudah ada tapi ada pandemi. Nanti jalan kaki menyusuri sumbu filosofi,” katanya. (dwi/ila)

Seni dan Budaya