RADAR JOGJA – ArtJog 2020 telah resmi dibuka sejak 8 Agustus 2020 melalui kanal media sosial (medsos) resmi ArtJog. Tahun ini ArtJog mengusung tema Resilience, akan digelar selama lebih dari dua bulan, mulai 8 Agustus hingga 10 Oktober 2020.

Walau berbeda pelaksanaannya dari tahun lalu, antusias penikmat seni kontemporer terbesar se-Asia ini tergolong masih cukup tinggi.

Dalam pelaksanaannya, ArtJog melibatkan sejumlah filmmaker dan videografer untuk mengeksplorasi bentuk pameran dan karya-karya seni. Sehingga, harapan kedepan publik akan mendapatkan pengalaman berbeda dalam menikmati sebuah pameran seni dalam bentuk daring yang dihadirkan ArtJog.

Namun demikian, Direktur ArtJog Heri Pemad mengungkapkan dalam sebuah festival yang menghadirkan pameran seni rupa tetaplah terasa kurang lengkap tanpa menghadirkan ruang dan karyanya secara konkret. Filosofi Seeing is Believing menurutnya adalah pengalaman tersendiri untuk melihat secara langsung dan merasakan kehadiran sebuah karya seni.

“Prinsip untuk mempertemukan karya seni langsung kepada publik akan selalu dijaga demi mengupayakan kekayaan pengalaman dan interpretasi makna atas karya seni tersebut,” katanya saat jumpa pers di Pulang ke Uttara Hotel Sabtu (22/8).

Dihelat di tengah situasi pandemi, ArtJog: Resilience membuat beberapa penyesuaian dalam penyelenggaraannya. Beberapa program terpaksa ditiadakan karena rentan menimbulkan kerumunan, yang beresiko menimbulkan persebaran Covid-19.

Oleh karena itu, Heri menegaskan pelaksanaan ArtJog pada tahun ini pun disajikan dengan cara yang berbeda, yakni dengan metode bauran antara daring dan luring.

Sementara itu, Publication Manager ArtJog 2020 Amelberga Astri menjelaskan, pelaksanaan Artjog dengan metode luring (pertemuan langsung) dihelat ditempat yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni di Jogja Nasional Museum (JNM).

“Pelaksanaan luring ini akan dijalankan dengan wajib mematuhi protokol kesehatan Covid-19 sesuai anjuran Pemerintah,” ujarnya.

Selanjutnya wajib penggunaan masker, menjaga jarak aman, dan penerapan pola hidup bersih sehat akan terus dijalankan.

Amel mengatakan jumlah pengunjung yang hadir dalam suatu lokasi (baik ruang pamer maupun ruang sekitar JNM) akan dibatasi. Preview ruang pameran ArtJog: Resilience pun akan dilaksanakan dalam dua sesi.

Setiap sesi berlangsung selama dua jam, dengan jumlah pengunjung maksimal hanya 30 orang per sesi. Sesi pertama dibuka jam 10.00-12.00, sedangkan sesi kedua dibuka 13.00-15.00.

“Inipun masih dalam masa ujicoba selama satu minggu kedepan. Kami terus memantau segala perkembangan yang ada,” katanya.
Amel menambahkan, bila ada pengunjung dari luar DIJ ingin hadir ke ArtJog 2020, maka harus melengkapi dirinya dengan hasil rapid test (non-reaktif) atau PCR/Swab negative.

Selajutnya, pembelian tiket ArtJog 2020 akan dilayani seluruhnya online melalui website www.artjog.co.id. Pengunjung hanya bisa mengakses pameran pada tanggal dan jam kunjung sesuai tertera sesuai tiket.

“Untuk itu kami menyarankan untuk tamu undangan wajib melakukan reservasi terlebih dahulu,” tegasnya. (naf/ila)

Seni dan Budaya