RADAR JOGJA – Sempat ditunda hingga 2021, Festival seni kontemporer terbesar se-Asia ArtJog 2020 akhirnya resmi dibuka Sabtu malam (8/8).

Beberapa tokoh turut memberikan sambutannya melalui kanal media sosial (medsos) resmi ArtJog.

Di antaranya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Wishnutama, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid dan Gubernur DIJ Hamengku Buwono X.

Mengusung tema Resilience, ArtJog tahun ini akan digelar selama lebih dari dua bulan, mulai 8 Agustus hingga 10 Oktober 2020.

“Festival tahun ini berbeda, tidak hanya didasari oleh keinginan untuk bangkit, tapi lebih pada upaya untuk menguji kembali ketahanan kita.” ungkap Direktur ARTJOG Heri Pemad dalam sambutanya secara virtual Sabtu (8/8).

ArtJog Resilience adalah sebuah peristiwa seni yang tidak sekadar menawarkan refleksi artistik para seniman atas kondisi mutakhir seni di Indonesia pada masa pandemi COVID-
19.

Lebih jauh, kegiatan ini juga ingin memaksimalkan semua potensi yang dimiliki oleh ekosistem seni rupa di Indonesia.

Berbeda pelaksanaanya dari tahun sebelumnya, Heri mengungkapkan, perhelatan ArtJog tahun ini akan menyuguhkan presentasi gabungan antara daring dan luring.

Publik akan diajak menyaksikan presentasi audio visual yang akan memberikan pengalaman baru dalam menikmati sebuah pameran seni.

Namun demikian, pameran secara fisik masih tetap dapat disaksikan secara langsung di Jogja National Museum (JNM) seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Tetapi dengan pembatasan jumlah pengunjung dan harus melalui prosedur kesehatan ketat yang sesuai dengan arahan pemerintah,” katanya.

Heri melihat, ditengah krisis yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 ini, para seniman tidak pernah berhenti berkarya.

Tahun ini, pemanfaatan teknologi semakin dioptimalkan. Kreativitas pun terus lahir.

“Hal ini menegaskan karakter para pekerja seni Indonesia yang lentur, gigih dan kreatif,” tegasnya.

Sementara itu, Publication Manager ArtJog 2020 Amelberga Astri menjelaskan ArtJog Resilience tahun ini tetap akan menghadirkan program-program edukasi. Beberapa diantaranya seperti Curatorial Tour dan Meet the Artist.

“Namun demikian, selama pandemi sebagian pelaksanaannya akan dilangsungkan secara daring melalui website www.artjog.co.id dan kanal sosial media ArtJog (Instagram,
Twitter, Facebook, dan Youtube,” ujarnya.

Selain program pameran, Amel mengungkapkan, akan hadir program Artcare. Program ini merupakan salah satu wujud kepedulian seniman dan pegiat seni untuk turut berkontribusi kepada seniman Indonesia dan masyarakat luas yang terdampak oleh pandemi Covid-19.

Selain itu, Murakabi Movement juga akan hadir sebagai program baru. Murakabi merupakan sebuah gerakan lintas disiplin yang diusung oleh seniman, arsitek, intelektual dan aktivis gerakan sosial.

“Kali ini Murakabi mencoba menyuguhkan gabungan unsur material dan spiritual yang terwujud dalam unsur sandang, pangan, papan dan puisi,” paparnya. (*/naf/ila)

Seni dan Budaya