RADAR JOGJA – Perak amat lekat dengan Jogjakarta seiring dengan pertumbuhan Kotagede sebagai sentra kerajinan perak yang diperkirakan sudah muncul sejak periode Kerajaan Mataram Islam. Berangkat dari situ, Museum Sonobudoyo Jogjakarta  menggelar pameran Rajata: Perak dan Kisah Di antaranya. Rajata adalah sebutan perak dalam bahasa Sanskerta.

Kepala Museum Sonobudoyo Setyawan Sahli mengatakan, pada pagelaran pameran ini menampilkan berbagai jenis koleksi perak yang merupakan hasil produk kriya perak perajin siswa Kunstambachtssholl atau Sekolah Seni Kerajinan. Kunstambachtsschool atau Sekolah Seni Kerajinan ini didirikan oleh Java Instituut.

”Sedyaning Piwoelang Angesti Boedi merupakan sekolah yang didirikan oleh Java Instituut. Lembaga ini merupakan lembaga yang sama yang punya andil mendririkan Museum Sonobudoyo,” jelasnya dalam Media Trip, Rabu (5/8).

Pameran koleksi perak ini digelar di Gedung Pameran Temporer Museum Sonobudoyo Jogjakarta  yang terletak di Jalan Pangarukan 4A Jogja. Dengan menampilkan berbagai koleksi perak, pengunjung dapat melihat dan memahami berbagai koleksi dan nilai gaya hidup di setiap kala itu.

”Acara ini ditujukan kepada wisatawan pengunjung Museum Sonobudoyo dan penikmat seni,” tandasnya.

Pagelaran pameran ini dilaksanakan setiap dua kali dalam setahunnya dan memiliki tema yang berbeda-beda. Menurut Setyawan Sahli, Museum Sonobudoyo mempunyai berbagai jenis koleksi yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. ”Khusus untuk pameran ini sendiri diadakan dari 4-24 Agustus 2020. Museum buka dari pukul 09.00-21.00, pengunjung yang datang harus menerapkan protokol kesehatan,” tuturnya. (om1/ila)

Seni dan Budaya