RADAR JOGJA – Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) bersama Bakti Budaya Djarum Foundation meneruskan investasi panjang dalam dukungan fasilitasi ruang presentasi karya seniman muda melalui program Jagongan Wagen. Pada edisi ke sembilan Jagongan Wagen di tahun ini, PSBK menghadirkanAndita Purnama yang merupakan seniman penerima Hibah Seni PSBK.

”Andita Purnama mendapatkan fasilitasi akses studio penciptaan, kuratorial dan produksi pementasan berlangsung di kompleks art center PSBK  sejak akhir November 2019,” ujar Staf Komunikasi dan Kemitraan PSBK Donnie Trisfian.

Dijelaskan, Andita Purnama adalah seorang perupa visual yang banyak memproduksi karya instalasi tiga dimensional seperti soft sculpture dari media pita kaset dan karya dua dimensi. Andita memiliki ketertarikan menggunakan beragam material dalam mempresentasikan karyanya.

”Ia juga salah satu finalis Bandung Contemporary Art Award 2012. Pameran tunggal pertamanya Fractura Hepatica; Love, Pride, Dignity di galeri Cemara 6 Galeri-Museum, Jakarta (2018) merupakan bagian dari trilogi pameran yang kali kedua ini dipresentasikan dalam bentuk pertunjukan berjudul Pseudo Code; Dark Matter Space pada Jagongan Wagen di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja kali ini,” jelas Donnie dalam pers rilisnya.

Lebih lanjut dijelaskan, Pseudo Code; Dark Matter Space membicarakan perihal kawin kontrak. Pembebasan dari kemiskinan dan peningkatan status sosial merupakan alasan yang sering mendasari hubungan kawin kontrak. Religiusitas bahkan dijadikan pembenaran atas terjalinnya hubungan sementara ini. Melalui agen-agen dan biro jodoh, kawin kontrak dijadikan bisnis menguntungkan.

Tetapi kerugian kemudian hari yang akan ditanggung oleh pihak-pihak yang terlibat cenderung diabaikan.Status pernikahan yang unregistered secara hukum mengakibatkan perempuan tidak dilindungi hak-haknya. Berbagai efek domino seperti kekerasan dalam rumah tangga, penyebaran penyakit, begitu pula masalah sosial turut berkembang, menjadikan tatanan budaya kita kacau. Belum lagi dalam jangka panjang, masa depan anak-anak dipertaruhkan. Krisis identitas merupakan risiko yang dihadapi keturunan para pelaku kawin kontrak. (ila)

Seni dan Budaya