RADAR JOGJA – Paguyuban Tresno Budoyo Nalen mengadakan Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk dalam rangka Merti Desa Soho Ambal Warsa ke-10. Kegiatan dilaksanakan di Kampung Nalen RT 35 dan 36 RW 15, Sorosutan, Umbulharjo, Jogja, Sabtu (31/8).

Ketua Panitia Sugiyo Sugi Purnomo menjelaskan, Pagelaran Wayang Kulit Purwo ini menghadirkan Dalang Ki Ratno Sujarwo dari Gunungkidul. Menurut dia, tujuan dari merti desa dan sedekah Kampung ini adalah agar Kampung mendapatkan ketentraman dan keamanan. Bebas dari bencana. “Kegiatan yang dilaksanakan dua tahun sekali ini dapat terealisasi berkat Dana Keistimewaan (Danais) DIY tahun anggaran 2019 dari Dinas Kebudayaan kota Jogja,” katanya.

Kepala Seksi Adat dan Tradisi Tri Sotya Atmi SSos, mewakili Kepala Dinas Kebudayaan kota Jogja, sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari Program Implementasi Luhur yang mencakup di dalamnya Pelaksanaan Pagelaran Wayang Kulit. “Tujuan kegiatan ini adalah nguri-uri kebudayaan di Jogja, memperkenalkan Wayang Kulit kepada generasi muda agar mereka turut mencintai kebudayaan lokal ini,” ujarnya.

Tri Sotya menegaskan, wayang kulit harus tetap eksis di era digital dan modernisasi. Kegiatan ini menjadi awal untuk menggali lebih dalam lagi potensi kebudayaan di wilayah lokal. “Kemudian menginventarisir kebudayaan tersebut. Hal ini sebagai wujud pembinaan sekaligus pelestarian nilai-nilai kebudayaan yang ada di kota Jogja,” ungkapnya. (*/pra)

Seni dan Budaya