RADAR JOGJA – Keris tak lagi identik dengan orang tua. Anak milenial pun kian akrab dengan keris. Salah satunya dengan mengolaborasikan pameran keris dengan stand up comedy. Itu yang dilakukan Dinas Kebudayaan (Disbud) DIJ.

Salah satunya berupa pameran Symbolika Keris, di Jogja Gallery, Pekapalan Alun-alun Utara Jogja, Jumat (30/8). Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Warisan Budaya Disbud DIJ, Dian Laksmi Pratiwi mengatakan, kegiatan ini bertujuan agar masyarakat dan generasi muda milenial khususnya dapat mewariskan nilai-nilai dan makna terpenting dari keris itu sendiri.

Dan menjadi momentum untuk DIJ sehingga semua komunitas bisa menyatu bekerja bersama untuk mengupayakan dan mewujudkan keris tangguh Hamengkubuwono X sebagai salah satu identitas dan jati diri DIJ. “Jadi tidak hanya sekedar mengenal keris melalui fisiknya saja tapi juga nilai-nilai yang ada pada keris bisa dipahami dan melekat di seluruh masyarakat Jogja dan generasi muda milenial khususnya,” kata Laksmi.

Laksmi menjelaskan, keris yang biasa melekat ramah pada kaum orangtua namun dalam momentum ini sebagai upaya untuk mengangkat daya tarik kaum muda agar mau mengenal keris. Di antaranya dengan cara menggelar lomba stand up comedy bertemakan keris. “Misalnya gini, ojo padu wae ojo geger wae tawuran, lek wani nganggo keris lak mundur kabeh,” katanya saat mencotohkan lawakan.

Target Disbud DIJ, lanjut dia, adalah keris ini bisa merambah pada gaya hidup di kaum muda misalnya seperti menjadi insipirasi bagi mereka sebagai penciptaan animasi, komik, game, dan lain-lain.

Plh Kepala Dinas Kebudayaan DIJ, Bambang Wisnu Handoyo mengatakan konsep pameran ini dikaitkan dengan nilai-nilai simbolik yang terkait dengan berbagai hal di dalam dunia perkerisan, ilmu pengetahuan hingga mitos-mitos yang berada disekitar dunia keris. “Tentu saja pameran ini dikonstektualisasikan lewat penyajian yang menarik, jadi pameran ini dianggap memiliki kedekatan dengan masyarakat khususnya anak muda,” tutupnya. (cr15/pra)

Seni dan Budaya