BANTUL – Dari sudut pandang internasional, “Art 4 Jogja” digunakan untuk menunjukkan arti penting dari pameran kelompok yang diusulkan oleh empat seniman Taiwan di Jogjakarta. Ke empat seniman itu adalah Cheng, Lu, Tang, dan Wang yang bertemu di perguruan tinggi pada 1987.

Mereka disebut sebagai salah satu kelompok seniman kontemporer paling terkenal pada 1990an dalam sejarah seni Taiwan. Meskipun dalam 30 tahun terakhir masing-masing dari empat seniman ini dikembangkan secara berbeda dalam karir mereka, mereka menghubungkan jalur artistik dengan pencarian eksistensi dalam kehidupan.

Bagi keempat seniman ini, pencarian eksistensi melalui seni telah menjadi keyakinan estetika jangka panjang yang membimbing mereka untuk membangun sistem mereka sendiri dalam menafsirkan dan mengekspresikan makna hidup melalui banyak bentuk dan metode yang mereka adopsi.

Kurator pameran Deska Bayu mengatakan, empat seniman ini tidak membawa tema khusus dalam pameran ini. Mereka menunjukkan sisi mereka masing-masing.

”Mereka membawa karya mereka yang memang sudah ada dari tahun-tahun lalu, tidak karya khusus,” jelasnya.

Deska menjelaskan, Mr Cheng memilih tema yang lebih ke spiritualitas dan berkomunikasi dengan tubuh. Sedangkan Mr Tang temanya lebih ke spiritualisme dan sifat manusia, makanya temanya pasar malam. Mr Lu juga sama, lebih pada sisi spiritualnya. Kemudian Mr Wang, melihat dunia dari atas, ada rasa sedih dan masa-masa kontemplasi.

Berbagai gaya dan metode seni yang ditampilkan ke empat seniman ini memamerkan ruang lingkup seni kontemporer di Taiwan. Dipilihnya Jogjakarta dalam pameran kali ini karena  dianggap sebagai pusat budaya. Sehingga kesempatan untuk memperkenalkan sekelompok seniman kontemporer Taiwan ke komunitas seni Jogjakarta akan memungkinkan banyak dialog dan inisiatif pemikiran artistik, koneksi, dan saling pengertian tentang budaya dan nilai-nilai di balik seni di Indonesia dan komunitas seni Taiwan.

Pameran ini sendiri berlangsung dari 22 Juni sampai dengan 7 Juli 2019 di Balai Banjar Sangkring, Sangkring Art Space, Nitiprayan, Bantul. (ila)

Seni dan Budaya