JOGJA – Bekerja sama dengan Museum Wayang Kekayon sekelompok mahasiswa FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) yang menamai dirinya Helios Creative menggelar talk show bedah wayang berjudul ajining diri dumunung ing wayang, Minggu lalu (26/6).

”Judul acara ini sendiri adalah pesan kunci dari kampanye komunikasi kami yang dibuat dengan tujuan menyadarkan generasi milenial bahwa wayang merupakan refleksi dari diri kita sendiri yang harus dijaga kelestariannya.” Ujar Managing Director Helios Creative Yohanes Tjandra.

Berkurangnya minat generasi milenial tentang wayang, dipandang Helios sebagai suatu peluang besar. Berbeda dari bedah wayang biasanya talk show ini membahas karakter wayang yang dikaitkan dengan kedua belas zodiak pada manusia, agar dapat menarik generasi milenial.

Strategic Planner Helios Creative Merlisa Evania menjelaskan, sebelumnya Helios sudah mengadakan mini riset pada generasi milenial.” Itu alasannya kami memilih Balakosa Coffee and Co dengan tempat outdoor yang santai dan membahas karakter wayang berdasarkan zodiak agar tidak terkesan membosankan seperti bedah wayang yang biasanya,” ujarnya.

Walau sempat pindah ke dalam ruangan, karena cuaca di sore itu tidak mendukung, talk show ini tetap berjalan dengan kondusif dan interaktif karena banyak peserta yang bertanya serta penasaran atas topik pembahasannya. Bukan hanya dihadiri oleh mahasiswa, acara ini dihadiri juga oleh beberapa perwakilan dari Ikatan  Duta Museum, Kepala Museum Wayang Kekayon RM Donny S Megananda, S.Si, MM dan Ketua Umum Barahmus DIY yaitu Ki Bambang Widodo, dan Kepala Museum.

Kepala Museum Wayang Kekayon RM Donny S Megananda menuturkan, acara ini adalah talk show pertama yang membahas tentang zodiak dan wayang, sehingga topiknya terkesan sangat menarik apalagi untuk generasi milenial. Dari acara ini, lanjutnya, bukan hanya pesertanya namun para panitia juga mendapat tambahan ilmu karena belajar banyak hal mengenai wayang.

Pembicara dari talk show ini adalah  R Bima S Raharja, SS ,MA yang merupakan Dosen Prodi Sastra Jawa FIB UGM dan Andana Kay sebagai Social Media Influencer.

Salah satu peserta bernama Olga Paksindra Nareswara menyatakan ketertarikannya akan topik pembahasan talk show ini sangat besar dan tidak menduga bahwa keduanya memiliki keterkaitan satu sama lain. (sce/vnk/ila)

Seni dan Budaya