JOGJA – Dinas Pariwisata DIY memberikan dukungan penuh terhadap pagelaran ketoprak yang diinisiasi Komunitas Ketoprak Sleman  atau KKS. Dukungan terhadap pementasan tersebut karena ketoprak merupakan salah satu seni tradisi yang populer di masyarakat.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata DIY Aria Nugrahadi mengatakan, Pemda DIY konsisten mendukung segala upaya pengembangan potensi wisata di DIY.

Pengembangan wisata tidak selalu terkait dengan objek atau destinasi wisata. Namun dapat dilakukan melalui media seni dan budaya. “Salah satunya pementasan ketoprak,” katanya, Rabu (3/4).

Karena itu, dukungan terhadap pengembangan pariwisata dapat ditempuh melalui atraksi-atraksi kesenian rakyat. Dengan adanya pagelaran itu dapat menjadi alternatif bagi wisatawan yang berkunjung ke DIY.

Pengamat Budaya Jawa Dr Purwadi MHum menilai pentas seni ini bukan hanya sekadar sarana hiburan dan tontonan semata. Namun kisah yang yang dipentaskan  dapat menjadi tuntutan di masyarakat.

Lebih dari itu, pementasan ketoprak harus bisa diadakan secara  berkala. Ini agar kesenian legendaris itu tidak hilang ditelan arus zaman. “Kegiatan seni budaya itu harus secara rutin dan berkelanjutan.

Sekecil apapun pentas harus ada,” ingatnya. Purwadi percaya dengan pementasan secara ajeg,  masyarakat dapat mengetahui seni tradisi yang berlangsung secara turun temurun tetap terjaga dan tidak punah.

Sedianya pentas ketoprak KKS itu diadakan pada  Sabtu 2 Maret 2019. Namun karena sesuatu dan lain ditunda menjadi Jumat 26 April mendatang. “Baru akhir April nanti pentasnya,” ujar Yoyok salah satu pengurus KKS kemarin.

Ketua KKS Sugiman Dwi Nurseto menjelaskan, pentas itu dalam rangka pengembangan kebudayaan dan penunjang pariwisata DIY. Selain itu, demi melestarikan budaya tradisional sebagai bagian dari budaya nasional. “Kami ingin memberikan  wadah untuk kreasi dan ekspresi seniman-seniwati ketoprak  Sleman,” Sekretaris KKS  Budi Sutowiyoso. (kus/fj)

Seni dan Budaya