JOGJA – Konstelasi politik di Indonesia menjelang Pemilu Presiden dan Legislatif semakin memanas. Adu argument dan banyaknya hoax seolah membuat masyarakat kian terpuruk. Seakan-akan harapan di masa depan.

Melihat suasana itu, para seniman tergerak untuk menyebarkan rasa optimisme dengan cara mereka sendiri. Salah satunya dengan gelar karya. Harapan untuk hal-hal yang baik dalam berbangsa itu direspons dengan baik pula oleh para seniman. Sebanyak 79 seniman dengan antusias mendukung dan berpartisipasi pameran bertajuk ”Merayakan Optimisme”.

Kurator Rain Rosidi mengatakan, optimisme itu mengenai kekayaan alam yang melimpah dan masyarakat dengan semangat kerja yang tinggi. Optimisme juga bisa mengenai kekayaan budaya, etnis, keyakinan, bahasa Nusantara yang beragam yang mewarnai identitas bangsa Indonesia.

”Optimisme terhadap kemajuan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat. Optimisme dalam kekayaan spiritual bangsa yang menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dan sebagainya,” ujarnya.

Karya-karya seni rupa ini, lanjut Rain, menggaungkan semangat-semangat optimisme itu. Inisiatif pameran ini juga merayakan keselarasan hubungan seniman dengan isu-isu kebangsaan. Presiden pertama RI menjadi salah satu pemimpin Negara di dunia yang paling dekat dengan seniman. Kedekatan ini melahirkan gagasan-gagasan kreatif, baik bagi urusan kenegaraan pengelola Negara maupun dari para seniman sebagai pekerja kreatif.

”Pameran ini disebut perayaan karena keterlibatan seniman dan para relawan yang mengelola acara ini dilakukan dengan riang gembira. Bagi para seniman, membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan harapan terhadap Negara, bangsa, dan kehidupan politik, bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan yakni dengan merayakan optimisme,” jelasnya.

Rain menuturkan, pameran ini mengumpulkan karya dari 79 seniman. Mereka berasal dari berbagai generasi, mulai dari Heri Dono dan Nasirun, yang sudah sejak 1980 berkarya, hingga Seno Wahyu yang saat ini masih mahasiswa. Dari berbagai perspektfi mereka, optimisme disemai dalam karya-karya. (ila)

Seni dan Budaya