BANTUL – Sekjen Senopati Nusantara Hasto Kristiyanto menghadiri Raker Agung Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara (Senopati Nusantara) di DIJ, Sabtu malam (9/2).

Hasto yang menjabat Sekjen PDI Perjuangan ini mengatakan, jika upaya melestarikan tosan aji menjadi salah satu upaya untuk melestarikan kebudayaan nasional.

”Raker Agung ini sangat penting dari Senopati Nusantara, di mana seluruh pemerhati, pelestari, dan juga pengagum untuk pengembangan seluruh karya kebudayaan Nusantara berupa Tosan Aji berkumpul dan melakukan evaluasi untuk merencanakan kegiatan-kegiatan ke depan,” ujar Hasto.

Hasto menuturkan, jika intisari dari seluruh kegiatan adalah perhatian yang luar biasa yang diberikan oleh seluruh Senopati Nusantara terhadap kebudayaan Nusantara.

”Ini (tosan aji) berupa seni dalam logam yang teknologinya bisa diunggulkan sejak awal peradaban Nusantara ini. Tetapi di dalamnya juga mengandung sebuah nilai-nilai luhur, pesan-pesan khusus, suatu esensi dari kebudayaan itu untuk nilai-nilai kemanusiaan,” terang Hasto.

Hasto menerangkan jika mencintai dan melestarikan tosan aji bagian gerak kebudayaan yang mencintai kebudayaan nusantara. Tosan aji termasuk di dalamnya.

”Di tosan aji terkandung filsafat nilai dan mata rantai khasanah kebudayaan nusantara kita. Keris itu adalah sebuah mahakarya kebudayaan. Ketika kita berbicara tentang kebudayaan, kita berbicara temtang kemanusiaan berbicara relasi dengan Tuhan, sesama dan seluruh alam raya,” ungkap Hasto.

Mengaitkan keris dengan politik, Hasto menyebut politik ini seharusnya menyentuh aspek kebudayaan. Dimana keris menjadi salah satu elemennya.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIJ Eko Suwanto yang turut hadir mendampingi Sekjen Senopati Nusantara Hasto Kristiyanto menambahkan, bahwa selaku Ketua Komisi A DPRD DIJ memberikan apresiasi atas perjuangan Senopati Nusantara nguri uri, merawat , menjaga dan mengembangkan kebudayaan nusantara khusus keris tosan aji. (kus/ila)

Seni dan Budaya