Perjuangan dan kepahlawanan Sultan Agung Hanyokrokusumo menjadi teladan bagi semua anak bangsa. Keteladanan itulah yang mendorong Dinas Pariwisata DIY bersama sejumlah penggiat seni mengangkatnya dalam bentuk sendratari Mataram.

“Sendratari itu melukiskan perjuangan heroik Sultan Agung mempertahankan wilayahnya. Kita semua harus teladani sebagai spirit untuk melanjutnya perjuangan dan cita-cita para pendiri bangsa,” ujar Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta.

Pagelaran sendratari itu ditampilkan di panggung Seribu Batu Songgo Langit, Mangunan, Dlingo, Bantul. Tema pagelaran itu adalah Sendratari Nitik Siti Wangi Sultan Agung. Acara diselenggarakan pada Sabtu  (8/12) malam lalu..

Asisten Keistimewaan Setda DIY Didik Purwadi menilai, pagelaran sendratari itu tidak  boleh dilepaskan dari peran masyarakat. Terutama untuk mendorong kegiatan promosi pariwisata melalui atraksi wisata.“Muara dari pariwisata  adalah meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat,” katanya.

Pentas ini melibatkan 120 pelaku seni. Mereka terdiri atas penari, pengrawit, sinden, dan  pemain teater.  “Pentas kali ini sebagai uji coba mengenalkan Sendratari Mataram ke masyarakat,” ujar Ketua Koperasi Notowono Purwo Harsono.

Sendratari itu bakal dipentaskan secara periodik di malam hari. Entah nantinya setiap malam, seminggu sekali atau sebulan sekali.  Tujuannya demi menunjang pengembangan kawasan wisata budaya Mataram. Sasaran pementasan itu adalah wisatawan mancanegara. Diakui, hingga saat ini lama tinggal atau length of stay  wisatawan mancanegara di DIY masih rendah.

Selama 2018 ini rata-rata masih di bawah tiga hari. Salah satu pemicu belum optimalnya wisatawan mancanegara itu karena minimnya atraksi wisata  malam hari. “Kami ingin menjawab itu dengan pagelaran sendratari ini sekaligus menerjemahkan dawuh (permintaan) Bapak Gubernur DIY agar terjadi persilangan budaya dan pariwisata,” katanya.

Nama Sendratari Sultan Agung karena merupakan figur raja terbesar Dinasti Mataram. Sultan Agung juga menunjukan keberanian melawan kolonialisme. Karena itu, Sendratari Sultan Agung itu akan dijadikan ikon DIY. (kus)

Seni dan Budaya