DWI AGUS/Radar Jogja
SLEMAN – Tokoh sejarah Indonesia terus diangkat ke layar lebar. Kali ini sosok Raden Ajeng Kartini dikemas dalam film berjudul Surat Cinta untuk Kartini. Film garapan sutradara Azhar Lubis dan MNC Picture ini resmi tayang di jejaring Bioskop Indonesia 21 April mendatang. Bertepatan dengan hari lahirnya R.A Kartini.

Film bergaya fiksi ini juga melibatkan Toha Essa dan Fatmaningsih Bustamar sebagai penyusun ide cerita. Film ini mengisahkan sosok Kartini dari sudut pandang yang berbeda. Sehingga diangkat tokoh bernama Sarwadi yang diperankan oleh Chicco Jerikho.

“Jadi selama ini kita selalu disuguhi oleh cerita R.A Kartini yang aktif korespondensi surat. Tapi kali ini berbeda, mengambil sudut pandang orang ketiga yang dikemas secara fiksi,” kata actor Donny Damara usai nonton bareng di XXI Jogja City Mall, kemarin (13/4).

Dalam film ini Donny berperan sebagai ayah R.A Kartini, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat. Dirinya mengaku tertarik terlibat dalam film ini karena sudut pandangnya yang berbeda. Meski dikemas secara fiksi, tidak menghilangkan pesan dan semangat R.A Kartini seutuhnya.

Sawardi merupakan sosok tukang pengantar surat. Digambarkan dirinya mengantar surat ke kediaman Bupati Jepara. Dalam menjalankan tugas ini, Sawardi digambarkan jatuh cinta kepada Kartini.

Uniknya, meski fiksi alur sejarah R.A Kartini tetap dipertahankan. Sosok Sawardi yang jatuh cinta kepada R.A Kartini pun tidak menjadi pasangan. Justru film ini tetap fokus pada perjuangan pahlawan perempuan ini untuk pemerataan pendidikan dan derajad perempuan.

“Film-film sejarah seperti ini sangat penting dihadirkan ke masyarakat. Hadir dengan kemasan yang lebih segar sehingga mudah diterima. Fiksi menurut saya tidak masalah selama tidak mengubah alur sejarah di dalamnya,” kata Donny.

Beberapa proses syuting film ini juga dilakukan di Jogjakarta. Mulai dari kawasan pantai hingga daerah pedesaan. Ini terlihat dari beberapa lokasi suting yang tak asing bagi publik Jogjakarta.

Kartini yang diperankan oleh Rania Putrisari memancing banyak komentar. Rata-rata penonton yang hadir sore itu (13/4) merasakan atmosfir baru. Cerita sosok R.A Kartini hadir dengan warna yang berbeda dari cerita sejarah selama ini.

“Biasanya kalau baca di buku sejarah sosok Kartini digambarkan sebagai sosok pejuang yang gigih. Ini tetap saya temukan dalam film ini, hanya ceritanya segar. Ada bumbu percintaan, tapi perjuangan dari Kartini tetap terlihat kuat,” ujar salah seorang penonton, Diah Mayangsari, 22. (dwi/laz)

Seni dan Budaya