RIGBY FOR RADAR JOGJA
PASANGAN HIDUP: Band yang digawangi oleh Andi, Rio (duduk atas), Dika, Tedy dan Lian ini berawal dari persahabatan. Tepatnya 14 Februari 2012 band beraliran rock pop blues ini berdiri di Jogjakarta.
JOGJA – Lolos dari sebuah ajang musik nasional mengantarkan Rigby masuk ke tahapan yang lebih serius. Finalis Meet The Label 2014 yang kini digandeng oleh Universal Music Indonesia ini mengukuhkan perjalanan musik mereka melalui lagu Tuhan Jangan Lama-Lama.
Karir bermusik band yang digawangi oleh Dika (vocal), Andy (drum), Rio (bass), Lian (keyboard) dan Tedy (gitar) ini berawal dari persahabatan. Tepatnya 14 Februari 2012 band beraliran rock pop blues ini berdiri di Jogjakarta. Dalam bermusik, Rigby pun terinspirasi oleh The Beatles, Eric Clapton, Bonjovi, U2, Aerosmith, BadFinger dan beberapa musisi lainnya.
“Nama Rigby sendiri di ambil dari bahasa Inggris kuno yang mempunyai arti penguasa. Harapannya kita bisa menguasai ego, idealisme untuk saling berbagi dan menerima satu sama lainnya. Menciptakan sebuah harmoni dari segala perbedaan yang kita miliki,” kata sang vokalis Dika, Jumat (8/5).
Single perdana mereka yang berjudul Tuhan Jangan Lama-Lama ini mampu melambungkan nama mereka. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang lama hidup sendiri. Dia pun memohon kepada Tuhan agar diberikan pasangan dalam hidupnya.
Uniknya, saat mendengarkan lagu ini, para pendegar seakan mengenang awal karir Sheila On 7. Aransemen musik yang simple berpadu dengan lirik yang sederhana namun mudah dihafalkan. Begitu juga Rigby, mereka mengemas gaya bermusik mereka lebih easy listening. “Mungkin karena referensi bermusik kami beragam dan bisa menghasilkan warna musik seperti ini. Dengan gaya bermusik ini, berharap musik kami bisa diapresiasi banyak orang. Juga dapat turut mewarnai ragam musik di Indonesia,” ungkap Dika.
Proses rekaman band ini berlangsung di Jakarta dengan music director Stephen Santoso. Sedangkan untuk produser adalah sesepuh musik Indonesia Jan Djuhana. Sosok terakhir ini pulalah yang melambungkan nama Sheila On 7 di awal karir mereka.
Tentang lagu yang menjadi andalan, Dika mengungkapkan, ada pesan lain yang ingin disampaikan. Dalam menjalani hidup ada masa, seorang manusia berada di titik terendah. Namun ini bukan menjadi alasan untuk menyerah atas keadaan.
Dalam keadaan seperti ini justru menjadi cobaan untuk selalu ingat akan kebesaran Tuhan. Menurut Dika, saat cobaan semakin besar maka manusia wajib ingat akan penciptanya. Termasuk dalam mengejar pasangan hidup seperti yang diceritakan dalam lagu ini.
“Pesan moral dari lagu ini sebenarnya adalah mengingatkan manusia untuk tetap ingat sama Tuhannya. Bahwa hanya Tuhan tempat meminta dan memberkahi segala langkah manusia,” ungkapnya.
Untuk saat ini para penggawa sedang konsentrasi melakukan promo single mereka ini. Ke depannya Rigby akan melengkapi karya mereka dalam bentuk album. Tentunya album dengan warna musik yang mereka usung saat ini. (dwi/ila/ong)

Seni dan Budaya