JOGJA – Jogjakarta merupakan kota istimewa dalam hal humor dan dagelan. Setidaknya ini terbukti saat ulang tahun SELOsoSELO yang digelar di Plasa Pasar Ngasem, Selasa (26/8) lalu. Sebanyak 19 ribu penonton tumpah ruah di pelataran situs bersejarah Jogjakarta ini.Masuk dalam rangkaian Festrival Kesenian Yogyakarta (FKY) 26 kegiatan ini mampu mencuri perhatian. Gelak tawa membahana tak putus-putus selama acara ini berlangsung. Aksi inipun semakin lengkap dengan kawalan dari dedengkot SELOsoSELO Anang Batas, MC Kondang Alit Jabang Bayi dan Awangizm. “Terbukti Jogjakarta adalah kota pencetak dan pecinta humor. Sebelum ada stand-up comedy juga ada dagelan yang menjadi ciri khas Jogjakarta. Ini tandanya Jogjakarta tidak mati untuk masalah humor,” kata Anang.
SELOsoSELO kali ini mengangkat tema kenaikan BBM. Isu hangat ini dibawakan dengan plesetan-plesetan dan komedi yang lucu. Tentunya ini bentuk kritik yang mampu mengocok perut para penonton malam hari itu.Setelah puas menghibur penonton barulah para comic unjuk mic. Mereka ini adalah Hifdzi Khoir, Gigih Adiguna, Sigit Haryoseno, Mukti Entut dan Benidictivity. Secara bergantian mereka menghadirkan guyonan khas mereka.Setiap comic mampu membawakan tema dengan apik. Bahkan gaya setiap penampil ini mampu mencuri perhatian. Ciri khas inilah yang menjadi kekayaan dunia tawa komedi di Jogjakarta.Anang menambahkan hal ini sangatlah bagus bagi dunia komedi Jogjakarta. Menurutnya dunia komedi baru ini bukanlah ancaman bagi plesetan maupun dagelan. Dengan kolaborasi yang pas, komedi dapat menjadi kekuatan baru di Jogjakarta.
Komunitas SELOsoSELO sendiri mulai terbentuk pada tanggal 16 agustus 2011. Digawangi oleh komedian Anang Batas, Alit Jabang Bayi dan seorang Music Director sebuah Radio ternama Awangizm kegiatan ini terus berkembang.Diawali dalam komunitas kecil, saat ini SELOsoSELO telah berkembang. Beberapa comic yang bergabung di Komunitas SELOsoSELO inipun telah mendirikan komunitas sendiri. Terbukti dengan banyaknya komunitas comic di lingkungan kampus Jogjakarta. (dwi/ila)

Seni dan Budaya