RADAR JOGJA – Kecelakaan kerja mewarnai pekerjaan proyek strategis nasional (PSN) pembangunan Bendungan Bener di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Sabtu sore (6/11). Lokasi kejadian di area pembangunan Bendungan Bener yang dikelola PT Brantas Abipraya. Satu pekerja meninggal dunia diduga terlindas alat berat yang tengah beroperasi. Korban bernama Saiful Hadi, 22, warga Desa Redin, Kecamatan Gebang.

Berdasarkan informasi, kronologis kejadian bermula ketika korban yang lebih akrab disapa Ipul oleh rekan-rekannya itu tengah memasang ban bantalan track (roda excavator) di samping depan kiri. Tiba tiba eskavator tergelincir dan korban terpeleset kemudian tergencet di track dan dinding pengaman jalan.

Meninggalnya korban sontak meninggalkan duka yang mendalam pihak keluarga dan orang-orang terdekat. Korban meninggalkan calon istri yang nampak shock dan menangis histeris ketika jenazah disemayamkan di rumah duka. Insiden ini menjadi catatan sekaligus sebuah pelajaran berharga bagi pelaksana proyek.

“Harapan kami insiden serupa tidak terjadi kembali, PT bisa lebih memperhatikan terkait keselamatan kerja di K3,” ucap Kepala Desa Redin Indro Waluyo di rumah duka.

Atas nama pemerintah desa dan mewakili pihak keluarga, pihaknya meminta PT Brantas Abipraya bertanggung jawab atas kecelakaan kerja ini. Komunikasi harus lebih intens dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan kepada keluarga korban. “Kami minta tanggung jawab PT atas kejadian yang sudah terjadi ini,” tambahnya.

Anggota DPRD Kabupaten Purworejo Muhammad Abdullah menambahkan, ia yang selama ini menjadi pendamping warga terdampak pembangunan  Bendungan Bener mengingatkan agar keamanan pekerja lebih ditingkatkan. “Keselamatan pekerja harus lebih terjamin. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Terlebih  pada musim hujan yang ekstrem. Kami semua berduka atas musibah ini dan semoga ini yang terakhir dan tidak terulang kembali,” katanya.

Sementara itu, Project Manager Proyek Pembangunan Bendungan Bener Rakhmad Cahyana yang dikonfirmasi, membenarkan kecelakaan ini. Pihaknya telah mengambil langkah-langkah sesuai prosedur yang berlaku. Salah satunya berkoordinasi dengan kepolisian, kepala desa, dan pihak keluarga, termasuk memberikan santunan. “Kejadian ini menjadi pembelajaran berharga bagi kami dalam penegakan penerapan K3 di lokasi kerja,” ucapnya. (tom/din/laz)

Jawa Tengah