RADAR JOGJA – Pemerintah Kota Magelang kembali mengubah susunan organisasi dan tata kerja pada beberapa perangkat daerah di Kota Magelang . Sebagai upaya penyegaran dan peningkatan kinerja, Pemerintah Kota Magelang akhirnya melantik dan mengambil sumpah/janji sebayak 133 aparatur pemerintah.

Diantaranya tujuh pejabat pimpinan tinggi pratama, 34 administrator, 81 pengawas, sepuluh kepala puskesmas, dan seorang direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) percetakan Vita Grafika. Guna mematuhi protokol kesehatan, pelantikan kali ini bertempat di halaman depan kantor Pemerintah Kota Magelang, Senin (1/11).

Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz dalam sambutannya menyampaikan, pengembangan karir pegawai tidak dilakukan semata-mata untuk kepentingan pegawai yang bersangkutan. “Melainkan lebih diutamakan untuk melakukan pembenahan dan pemantapan organisasi dalam rangka meningkatkan kinerja penyelenggaraan tugas dan pelayanan umum,” ujarnya.

Aziz mengatakan, amanah yang diemban bukan hanya sekadar kepercayaan, tapi sebuah tanggung jawab untuk melaksanakan dan menciptakan pemerintahan yang lebih baik. Ia mengimbau kepada para pejabat yang telah dilantik agar dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan terus berusaha keras meningkatkan kemampuan serta pengetahuan dalam melaksanakan tugas yang diberikan.

Selanjutnya, Aziz berharap agar para pejabat yang telah dilantik segera melakukan koordinasi dan konsolidasi guna memastikan terlaksananya visi dan misi Kota Magelang tahun 2021-2024. Yaitu Kota Magelang sebagai kota yang maju, sehat, dan bahagia. “Saya yakin, pemerintah kota sudah sedemikian rupa melakukan pergiliran, re-organisasi, maupun penetapan pejabat-pejabat yang dilantik,” tutur Aziz.

Lebih lanjut, Aziz mengimbau, masing-masing dinas harus bekerja sama. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Terutama dalam mengentaskan kemiskinan, kebodohan, maupun keadilan. “Kebetulan sekarang saya menjadi supir dari sebuah kendaraan yang disebut Pemerintah Kota Magelang. Akan membawa Kota Magelang maju, sehat, dan bahagia. Tapi, kalau penumpangnya tidak sama, kita tidak bisa jalan,” tambahnya. (cr1/bah)

Jawa Tengah