RADAR JOGJA – Wilayah Ambarawa dan Salatiga Jawa Tengah mengalami serentetan gempa bumi tektonik sejak Sabtu dini hari (23/10). Berdasarkan catatan Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara gempa bumi berada di darat. Episentrum gempa bumi berjarak sekitar 9 kilometer arah barat laut Kota Salatiga.

Berdasarkan catatan yang sama, kedalaman episentrum tergolong dangkal. Dari hasil kajian, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal. Penyebabnya adalah aktivitas sesar lokal Merapi dan Merbabu.

“Bisa digolongkan sebagai gempa dangkal dan ini gempa darat. Kedalaman rata-rata 5 kilometer,” jelas Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/10).

Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara mencatat setidaknya terjadi 20 gempa bumi tektonik sejak 00.32 WIB (23/10). Tersebar di wilayah Salatiga, Ambarawa hingga Tegal. Kawasan ini menurut Setyoajie adalah perlintasan sesar Merapi dan Merbabu.

Catatan terakhir adalah gempa bumi pada 15.29 WIB. Memiliki kekuatan magnitudi 3,3 dan berjarak 9 kilometer barat daya dari Kota Salatiga. Kedalaman titik gempa bumi juga masih sama, 5 kilometer dari permukaan tanah.

“Guncangan gempa bumi ini dirasakan di Ambarawa dengan skala II MMI (modified mercalli intensity) atau getaran dirasakan oleh beberapa orang. Selain itu benda-benda ringan yang digantung juga bergoyang,” katanya.

Setyoajie meminta masyakat tetap tenang dan tidak panik. Agar tak terpengaruh oleh isu yang beredar. Terurtama yang tidak bersumber pada Stasiun Geofisika BMKG.

Dia juga meminta masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak. Tujuannya agar tak tertimpa saat terjadi gempa bumi. Lalu memeriksa struktur bangunan setelah gempa terjadi.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” ujarnya. (dwi)

Jawa Tengah