RADAR JOGJA – Kenaikan harga daging ayam ras sudah mulai terjadi sejak dua minggu lalu. Di Pasar Wonokriyo Gombong, Kebumen harga daging ayam per kilogramnya mencapai Rp 38.000.

Salah satu pedagan ayam di Pasar Wonokriyo Titik menjelaskan, kenaikan harga sudah dialami akhir Maret. Hal ini disebabkan karena ketersediaan ayam yang minim. Namun, permintaan dari masyarakat semakin meningkat. “Suplly lebih kecil daripada demand,” jelas Titik, Rabu (14/4).

Harga dari peternak, lanjutnya, setiap satu kilogram ayam dihargai Rp 25.000. Harga tersebut diklaim sudah mengalami penurunan. “Namun berat bersih ayam akan menyusut 30-40 persen dari berat semula,” ungkapnya dilansir dari Radar Purworejo.

Sementara itu, pedagang ayam di Pasar Tumenggungan Elsih mengaku, harga daging ayam masih di angka Rp 35.000 sampai Rp 36.000. Harga tersebut tergolong murah dibandingkan dengan pasar lainnya. Kenaikan harga daging ayam, disebabkan karena barang sedikit. Diperkirakan, harga akan kembali normal di awal bulan Mei mendatang. “Terpaksa jual rugi. Karena beli ayam hidup Rp 27.000. Belum nanti menyusut sampai setengah kilogram saat sudah dibersihkan,” tutur Elsih.

Terpisah, peternak ayam ras Amir Cokrowijoyo mengaku ketersediaan ayam sedikit. Lantaran petani lokal tidak mampu lagi beternak karena modal habis. “Periode sebelumnya merugi banyak,” ungkap Cokro.

Jika sebelumnya harga ayam per kilogramnya hanya Rp 17.000 sampai Rp 18.000, saat ini harganya mencapai Rp 25.000 hingga Rp 26.000. Sedangkan untuk ayam pejantan mencapai Rp 34.000. Dari harga normal Rp 25.000 sampai Rp 26.000. Cokro memastikan, kenaikan harga akan terus terjadi. Diprediksi, harga akan naik 40 persen saat menjelang lebaran.

Kasi Pengawasan Perdagangan dan Distribusi Barang Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kebumen Rud Tomico El Umam menuturkan, kenaikan harga daging ayam ras mulai terjadi di 29 maret. Dan terus meningkat sampai hari ini di harga Rp 36.000 per kilogram.

Kenaikan ini, terjadi di seluruh pasar wilayah kebumen. Di luar prediksi, biasanya kenaikan terjadi saat akhir bulan Ramadan. Pihaknya, masih belum bisa memastikan kapan harga ayam kembali normal. “Normalnya Rp 30.000 per kilogram,” beber Tomico. (eno/din/er/ila)

Jawa Tengah