RADAR JOGJA- Film pendek berjudul ‘Sambat’ karya siswa SMP Negeri 2 Purworejo berhasil meraih peringkat kedua dalam Lomba Iklan Layanan Masyarakat yang digelar Balai Pengembangan Teknologi Informasi dan Kebudayaan (BPTIK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. Dalam film itu diangkat edukasi menyikapi rasa kebosanan siswa dalam mengikuti pendidikan jarak jauh.

Kepala SMPN 2 Purworejo, Yosiyanti Wahyuningtyas, menyebut alur cerita film yang digarap siswa memang bertemakan pendidikan selama Covid-19. Menjalani rutinitas belajar dengan zoom meeting menjadi hal membuat mereka jenuh.

“Di video disampaikan bagaimana mereka bangun tidur langsung pakai seragam dan dasi untuk ikut zoom meeting. Ada kebosanan kebosanan harus belajar jarak jauh,” sebutnya, Selasa (1/12).

Nuansa marah juga diperlihatkan. Endingnya anak menyambut dengan baik saat ada pengumuman boleh diadakan pembelajaran tatap muka. Meski dibatasi dan tidak dapat secara keseluruhan berangkat bareng, hal itu tidak menjadi masalah bagi anak.

“Sebenarnya ada 4 karya dari siswa dan 2 karya dari guru yang dikirimkan. Tapi yang mampu meraih prestasi hanya satu yang Sambat itu,” jelas Yosiyanti.

Yosiyanti menambahkan, pembuatan video memang menjadi hal yang biasa bagi siswa selama pandemi Covid-19. Ada beberapa tugas yang harus dikerjakan siswa dan dikirimkan ke guru dengan bentuk video.

“Kita belum memiliki ekstra kurikuler di biang IT. Baru rencana,” tambahnya.

Ke depan, pihaknya berusaha merealisasikan rencana adanya ekstra tersebut. Pengalaman menyelenggarakan perpisahan secara virtual beberapa waktu membuat pihaknya merasa perlu untuk memiliki ekstra tersebut.

“Harapan kita, pandemi segera berakhir. Kemarin pasca virtual perpisahan itu kita mau membuat, tapi kok ternyata pandemi belum berakhir,” katanya.

Kreator film Pendek Sambat Khairunisaa Puspa Wibowo mengatakan, dirinya bersama dengan 3 orang temannya yakni Alam Maulana, Barzilai Probo dan Tamimma Khairunisa dalam mengerjakan video tersebut.

“Kami mendapatkan informasi adanya lomba itu dari guru kelas. Beberapa teman sepakat untuk membuat video, cuman memang awalnya agak bingung mau membuat yang seperti apa,” kata Nissa.

Setelah berembug disepakati untuk mengangkat keresahan mengenai masih adanya pandemi yang membuat pembelajaran mereka berjarak. Apalagi banyak pengalaman sendiri mengenai hal tersebut.

“Akhirnya kita sepakati membuat video yang kami beri judul Sambat itu. Judulnya kami nilai tepat untuk menggambarkan suasana sekarang ini,” jelas Nissa.

Dia mengaku bersyukur atas raihan yang ada. Dia berharap agar pandemi itu segera berakhir sehingga kegiatan belajar mengajar di sekolah bisa berjalan normal lagi. (udi/sky)

Jawa Tengah