RADAR JOGJA- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Puworejo memiliki target untuk menyelesaikan pembahasan Raperda Penyelenggaraan Keolahragaan hingga pertengahan bulan ini.  Adanya perda diharapkan akan mampu mengejar prestasi Purworejo yang sudah jauh tertinggal dengan daerah lain.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Purworejo, M Abdullah, senin (30/11) usai mengikuti sidang paripurna dengan agenda penjelasan dan tanggapan Bupati Purworejo atas Raperda Prakarsa mengenai penyelenggaraan kearsipan dan rapera penyelenggaraan keolahragaan. “Perda ini lahir dari keprihatinan insan olahraga,” kata Abdullah.

Abdullah menyebut ada beberapa pemicu yang menjadikan prestasi olahraga Purworejo masih di papan bawah Jawa Tengah. Diantaranya adalah minimnya sarana prasarana olahraga yang memadai untuk digunakan serta masih minimnya dukungan Pemkab dalam mengucurkan anggaran untuk kegiatan keolahragaan.

“Kita juga belum memiliki pelatih-pelatih yang mumpuni,” jelas Abdullah yang juga menjadi Penasehat Koni Puworejo ini.

Dari kemunculan Perda itu nantinya diharapkan akan menjadi daya dorong bagi Pemkab untuk bisa lebih memperhatikan dunia keolahragaan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah membangun struktur olahraga yang baik.

“Peningkatan kualtias pelatih bisa dilakukan dengan memberikan pembiayaan bagi mereka untuk mengikuti diklat atau pelatihan yang diadakan,” katanya.

Selain itu juga bisa menganggarkan secara khusus reward atau hadiah bagi para atlet yang telah menorehkan prestasi. Baik di level daerah, provinsi maupun pusat. “Ada rangsangan ini akan menjadikan para atlet selalu berlomba dengan baik,” katanya.

Meski memiliki waktu terbatas, menurut Abdullah, DPRD tidak mengusulkan kegiatan itu secara gegabah. Ada sebuah perencanaan dan proses yang telah dilakukan. Setidaknya sudah melakukan studi banding ke daerah yang sudah menerapkan Perda Penyelenggaraan Keolahragaan, diantaranya ke Pekalongan dan Solo.

“Di Bandung yang memiliki pengelolaan olahraga dengan juga sudah kita timba ilmunya. Draf raperda juga sudah disiapkan,” katanya.

Disinggung sudah ada langkah Pemkab untuk meningkatkan GOR WR Soepratman menjadi semacam sport centre, Abdullah menilai hal itu sudah menjadi langkah maju. Namun dia meminta agar dalam proses pembangunannya nanti disesuaikan dengan kebutuhan dan standarisasi.

“Wajib memperhatikan standar lapangan baik outdor dan indoornya. Jangan sekedar membangun gedung tapi tanpa perencanaan yang baik,” katanya.

Ketua DPRD Purworejo Dion Agasi mengatakan jika pembangunan sport center memang telah disetujui DPRD Purworejo. Dari nilai anggaran sebesar Rp 10 miliar yang diajukan, disetujui senilai Rp 5 juta.

“Kita minta dilakukan pembangunan yang urgen terlebih dahulu. Dan nilai Rp 5 miliar dinilai cukup dan akan ditindaklanjuti di periode berikutnya,”ujarnya. (udi/sky)

Jawa Tengah