RADAR JOGJA- Peningkatan jalan lingkar timur Purworejo yang menggarap jalan antara Cangkrep hingga Bagelen menjadikan jalan di kawasan itu lebih lega. Jalan yang semula hanya memiliki lebar hanya 4 meter ditingkatkan menjadi 6 meter.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Purworejo, Suranto mengatakan “Jalan lingkar yang dilakukan penanganan ini masuk dalam salah satu prioritas yang ditetapkan dalam Perpres (Peraturan Presiden) No 79 tahun 20190 tentang percepatan pembangunan ekonomi kawasan.”

Menjadi koneksi transportasi di timur Purworejo, keberadaannya akan mengurai kemungkinan kemacetan di jalur utama Purworejo-Magelang. Kepadatan lalu lintas itu sangat mungkin terjadi seiring pembukaan total bandar Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo.

“Target pemerintah pusat kan meningkatkan kunjungan ke Candi Borobudur sebesar 2,5 juta dalam satu tahun. Akses utama moda transportasi ada di YIA, makanya kita siapkan jalan ini untuk bisa digunakan sebagai jalur alternatif utama, jelas Suranto, kamis (26/11).”

Peningkatannya sendiri dilakukan dalam 3 paket yakni paket Cangkrep-Ganggeng, Kemanukan-Soko dan Clapar-Bagelen. Total panjang jalan yang dikerjakan lebih dari 7 kilometer.

“Jalan lingkar itu memang seharusnya 25 meter lebarnya. Tapi kita memang meminimalkan adanya pembebasan lahan, dan menggunakan jalan yang ada,”tambahnya.

Pihaknya mengaku amat berat jika harus menyediakan jalan selebar 25 meter. Jika hal itu dilakukan bisa menguras APBD daerah. Jika dimasukkan jalan provinsi juga masih kesulitan, karena jalan provinsi memiliki lebar 7 meter.

“Jadi jalan provinsi juga masih agak berat. Tapi untuk proses pembangunan ini, kami dibantu dari provinsi,” katanya.

Walaupun kondisi jalan akan segera bagus di akhir tahun, namun Suranto mengakui jika masih ada beberapa hal yang harus dikerjakan pihaknya. Diantarnya adalah perlunya peningkatan beberapa jembatan yang ada di ruas Cangkrep-Bagelen tersebut.

“Kami harapkan di tahun 2022, jembatan yang ada di Ganggeng yang sekarang ini hanya bisa dilalui satu kendaraan saja bisa ditingkatkan sehingga bisa dilalui dua kendaraan sekaligus,” ungkap Suranto.

Dia memperkirakan untuk melakukan peningkatan jembatan itu setidaknya dibutuhkan anggaran senilai Rp 3 miliaran. “Jembatannya tidak terlalu panjang. Kalau untuk jembatan Kebangsaan itu masih jangka panjang, karena kita berencana untuk melakukan penggantian, bukan sekedar membuat jembatan dobel saja,” ungkap Suranto.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Prono Sumbogo menyatakan pihaknya optimis, peningkatan itu akan sesuai tepat waktu. Dia berharap, cucaca tidak akan menggangu proses pembangunannya.

“Proses pengaspalan hampir rampung semua. Dan dilanjutkan dengan perapian di beberapa tempat. Insyaallah bisa selesai tepat waktu,” kata Prono. (udi/sky)

Jawa Tengah