RADAR JOGJA- Gerakan makan ikan (Gemarikan) terus digalakkan Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Purworejo. Posisi Purworejo sendiri dalam program ini masih berada di peringkat ke 16 di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Kepala Bidang Perikanan DPPKP Purworejo Eko Paskiyanto mengatakan, konsumsi daging ikan perkapita hanya mencapai 20,2 kg. Sementara Jawa Tengah sudah mencapai 33 kg/kapita. Sementara untuk nasional sudah diatas 100 kg. Angka di Jawa Tengah sendiri juga masih dibawah harapan, karena Pemprov menargetkan ada di angka 50 kg.

Dia menjelaskan, ada dua data yang digunakan untuk menghitung angka konsumsi ini. Dari BPS yang hanya mengambil dari sampel serta data dari Kementrian Perikanan yang angkanya lebih real karena pendataannya dilakukan menyeluruh,”ungkapnya.

Eko menambahkan, Produksi ikan di Purworejo sudah jauh lebih baik. Sebelum tahun 2010, Purworejo lebih banyak memasok ikan dari luar daerah. Namun setelah tahun tersebut, Purworejo menjadi salah satu penyumbang ikan ke luar daerah.”Kita terbantu adanya pengembangan udang vaname di pesisir selatan Purworejo,” tambah Eko.

Kepala DPPKP Purworejo Wasit Diono mengatakan,jika asupan daging ikan menjadi salah satu langkah untuk bisa meningkatkan imunitas tubuh seingga dapat menangkal penyakit yang memasuki tubuh.”Daging ikan kaya dengan omega 3 yang bagus untuk meningkatkan IQ, antioksidan, mengurangi resiko kanker, resiko penyakit jantung, resiko stroke, resiko radang sendi, resiko penyakit alsheimer dan juga resiko depresi,” kata Wasit.

Dalam daging ikan juga terkandung banyak nilai gizi yang tidak semuanya bisa ditemukan pada daging jenis lain seperti ayam ataupun sapi. Praktis dengan konsumsi ikan yang rutin bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia untuk mencegah masuknya virus.

Diungkapkan jika konsumsi ikan yang paling baik adalah ikan segar. Permasalahan yang ada di Purworejo, masyarakat jarang menyimpan ikan dalam freezer. Sehingga ketersediaan ikan itu relatif jarang.

“Jika memang tidak terlalu suka dengan ikan segar, sebenarnya ada cara lain untuk tetap bisa mengkonsumsi ikan. Karena di Purworejo ini sudah banyak olahan daging ikan,” imbuh Wasit.

Di Purworejo tercatat ada 57 kelompok yang bergerak di bidang pengolahan dan pemasaran ikan yang tersebar di 16 wilayah kecamatan. Keberadaan mereka sendiri selama ini mendapat dukungan dari DPPKP.

“Mereka memiliki potensi. Dukungan yang kita berikan adalah memberikan berbagai kebutuhan alat yang mereka butuhkan,” kata Wasit Diono. (udi/sky)

Jawa Tengah