RADAR JOGJA -Satu orang calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang telah dinyatakan lolos seleksi mengundurkan diri. Beruntung, formasi yang ditinggalkan ini bisa disusuli Badan Kepegawaian Daerah (BKD) sehingga formasi yang ada dibawahnya secara otomatis dinyatakan lolos ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Purworejo, Nancy Megawati Hadisusilo saat ditemui di ruang kerjanya, selasa (24/11),mengatakan tidak diketahui persis alasan pengunduran diri tersebut, namun kabar yang berkembang yang bersangkutan hendak pindah domisili.”Yang ada di bawahnya beruntung sekali, karena akhirnya bisa terpilih.”

Nancy menambahkan CPNS yang mengundurkan diri itu dari formasi perawat. Secara keseluruhan jumlah CPNS yang berhasil direkrut Purworejo sebanyak 324 orang. Ini kurang dari formasi yang dibuka sebanyak 329 posisi.

Formasi yang kosong atau tidak terisi sendiri selama masa pengisian adalah tenaga komputer jaringan. Kebutuhan tenaga ini diperuntukkan untuk BKD dan Dinas Komunikasi dan Informasi. Sementara 3 lainnya adalah untuk Satpol PP dan Damkar.

“Formasi untuk Satpol PP itu ada 9. Yang mendaftar 10 orang, dan saat tes ada 3 orang yang gagal dalam tes dasar.”

Disinggung soal tahapan yang ada saat ini, Nancy mengatakan jika mereka tengah proses pengajuan nomor induk pegawai (NIP). Diharapkan pada akhir Desember ini pengajuannya sudah selesai sehingga di awal tahun 2021 sudah bisa diserahkan.

“Mereka tidak akan langsung mengikuti diklat karena sedang ada Covid-19,” katanya.

Kepada Sekda Purworejo Said Romadhon terkait pengunduran satu calon pegawai negeri sipil yang mengundurkan diri  mengatakan yang bersangkutan sendiri telah dimintai surat pernyataan dan dari Sekda segera disusulkan ke pusat agar ada kebijakan untuk penggantian posisi yang kosong.

Rencananya, Purworejo baru akan menggelar diklat di tahun 2022. Ini diperbolehkan oleh pusat karena sebagian besar anggaran kegiatan diarahkan untuk penanganan Covid-19. (udi/sky)

Jawa Tengah