RADAR JOGJA- Administrasi kependudukan terus dipermudah layanannya. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Purworejo terus turun ke lapangan menyisir warga yang belum rekam data KTP elektronik sekaligus mensosialisasikan program kependudukan yang ada.

Mendekati waktu pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Purworejo, Dindukcapil menggeber layanan tersebut dan mengajak masyarakat untuk segera melakukan perekaman KTP elektronik. Seiring pendataan daftar pemilih tetap yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purworejo untuk menentukan para pemilik suara, masih banyak ditemukan warga yang belum rekam data.

“Kami memiliki banyak data warga yang belum rekam data KTP elektronik. Pertama kita ajak mereka untuk datang ke kantor Kecamatan untuk melakukan perekaman,” ujar Koordinator Perekaman Data KTP elektronik, Surahmi, Sabtu (21/11).

Jika belum datang, Dindukcapil pun memberitahukan jadwal kunjungan mobil dinas untuk melakukan perekaman data ke desa. Memang tidak semua desa didatangi, biasanya dalam satu kegiatan melibatkan beberapa desa.

“Khusus yang kami gelar di Kemiri ini tepatnya di Desa Winong, kami mengajak warga dari Desa Dilem, Loning, Turus, Girijoyo, Girimulyo, Jatiwangsan, Sutaragan dan Winong sendiri,” imbuh Surahmi.

Waktu yang diberikan memang lebih longgar dan layanan bisa sangat cepat. Dia berharap warga yang belum melakukan rekam data untuk bisa dengan inisiatif sendiri datang ke kantor layanan terdekat.

“Sabtu Minggu tetap kita layani, tapi khusus di Kantor Dinas. Untuk hari biasa, ada mobil kependudukan yang datang sesuai jadwal yang ada,” jelas Surahmi.

Disela kegiatan perekaman tersebut, pihaknya juga melakukan sosialiasi program lain kepada perangkat desa. Salah satunya adalah layanan sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK). Sistem ini untuk pencatatan atau penerbitan akta kelahiran dan kematian.

“Kami juga mengajak perangkat desa untuk bisa mencatatkan data kependudukan. Biasanya orang yang meninggal tidak dibuatkan akta kematian. Padahal hal ini penting untuk data kependudukan,” jelas Surahmi.

Khusus untuk program tersebut, warga sebenarnya juga bisa mengaksesnya melalui internet. Ada aplikasi Dolalak yang disediakan di playstore dan bisa diunduh masyarakat. “Jadi warga secara langsung sebenarnya juga bisa langsung mengaksesnya,” jelas Surahmi.

Sekretaris Desa (Sekdes) Winong Kecamatan Kemiri, Imam Hasanudin mengaku sangat terbantu adanya layanan jemput dari Dindukcapil.  Sebelum melakukan perekaman dan kegiatan di desanya, ada pemberitahuan dari pihak dinas sehingga dia bisa memberitahukan kepada warga. (udi /sky)

Jawa Tengah