RADAR JOGJA- Putaran kedua debat publik atau debat terbuka pasangan calon dalam Pilkada Purworejo akan digelar pada Jumat (27/11) malam mendatang di Ganesha Convention Hall dan masyarakat hanya bisa mengikuti kegiatannya melalui sarana publikasi yang telah disiapkan.

Divisi Sosdiklih, Parmas, Kampanye dan SDM KPU Purworejo, Akmaliyah, menyebutkan bahwa debat putaran kedua mengusung tema “Harmonisasi Pembangunan Daerah dan Pusat dalam Memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Secara teknis, konsep debat tidak jauh berbeda dengan putaran pertama.

“Konsep debat tidak jauh berbeda dengan putaran pertama. Namun, ada sedikit perubahan terkait segmen dan alokasi waktu,” kata Akmaliyah, minggu (22/11).

Perbedaan itu terletak pada pembagian segmen. Dimana pada putaran pertama dibagi dalam 6 segmen. Sedangkan untuk putaran kedua debat hanya terdiri dari 5 segmen.

Terkait alokasi waktu, pemaparan visi misi Paslon  pada putaran pertama 2 menit. Sementara pada putaran kedua besok, menjadi 1,5 menit.

“Untuk menjawab pertanyaan dan lain-lain, tetap 1,5 menit,” jelasnya.

Menurut Akmaliyah, perubahan teknis tersebut berdasarkan hasil evaluasi dan koordinasi oleh KPU bersama pihak-pihak terkait demi meningkatkan kualitas debat. Beberapa perubahan itu akan disampaikan beserta rundown dan TOR debat kepada seluruh tim Paslon.

“Ini tidak harus dengan kesepakatan Paslon (terkait teknis debat). Kesepakatannya adalah untuk materi dan tanggal debat,” lanjutnya.

Lebih lanjut Akmaliyah menginformasikan bahwa debat putaran kedua akan berlangsung mulai pukul 19.30 WIB. Sama seperti putaran pertama, pelaksanaannya hanya dihadiri Paslon dan undangan terbatas. Namun, masyarakat luas dapat ikut menyaksikan melalui live streaming atau siaran langsung TVRI Jawa Tengah, media sosial dan Youtube KPU Purworejo, serta sejumlah radio Purworejo, yakni Irama FM, Swara Kenanga FM, dan Shoutuna FM.

Debat publik terbuka merupakan salah satu tahapan kampanye. Metode debat yang mempertemukan seluruh Paslon ini diharapkan mampu memberikan ruang kepada Paslon untuk menyosialisasikan visi, misi, atau program-programnya. Selain itu menjadi media masyarakat untuk mendapatkan informasi seputar Pilbup dan Paslon.

“Materi debat tidak hanya dari kami, Karena untuk menyusun materi kami melibatkan para profesional dan akademisi,” imbuh Akmaliyah. (udi/sky)

Jawa Tengah