RADAR JOGJA – Beberapa warga dusun Malang, Wonolelo, Sawangan, Magelang menghentikan kegiatan pertaniannya. Itu sebagai akibat terbakarnya lahan hutan di Gunung Merbabu. Api memang jauh dari wilayah mereka. Tapi asapnya sampai ke ladang mereka.

Kepala Dusun Malang Sabar mengatakan, hampir semua warga dusun di wilayahnya hidup dengan mengandalkan pertanian. Ada 100 lebih kepala keluarga.”Rata-rata menanam sayuran seperti wortel, kobis,” jelasnya, kemarin (12/9).

Menurut penuturan para warga, api terlihat mulai Rabu (11/9) pukul 17.30 WIB. Salah satunya Panut (25) yang melihat asap tebal di sekitar puncak gunung Merbabu. Lahan tersebut ditumbuhi rerumputan. Karena sedang musim kemarau, api cepat menyebar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edi Susanto menjelaskan, kebakaran masih belum diketahui penyebabnya. Pihaknya mulai menerima ada titik api pukul 19.17. Api semakin membesar pada 22.25. Diketahui merembet ke arah puncak dari pantauan di dusun Batur, Wonolelo.

Mulai pukul 05.47 kemarin pihaknya mulai bergerak melakukan pemadaman. Aksi ini dibantu oleh anggota Polsek Sawangan, Masyarakat Peduli Api, TNGM, dan para relawan. Mereka sampai di lokasi kebakaran pukul 11.00. “Sebagian berhasil padam. Namun di sisi lain semakin membesar,’’ jelasnya.

Pukul 14.13 api mulai menjalar ke arah Utara. Medan yang sulit membuat para personel tidak mampu melakukan pemadaman. Mereka memutuskan untuk turun dan berkoordinasi lebih lanjut. Berangsur-angsur para petugas dan relawan turun sampai pukul 16.00.

Saat ini pihaknya belum dapat memastikan berapa total luas lahan yang terbakar. Sebagian luas lahan yang terbakar merupakan wilayah Selo, Boyolali. Upaya pemadaman akan dilanjutkan hari ini. (asa/din)

Jawa Tengah