PURWODADI – Stok darah A dan AB di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Grobogan menipis. Belum optimalnya instansi yang mulai masuk kerja, membuat PMI kewalahan mencari pendonor darah.
Kepala UTD PMI Grobogan dr Siti Widiastuti mengatakan, terbatasnya stok darah A ini karena tak berimbangnya pendonor darah dengan permintaan. Terlebih selepas Lebaran berbagai instansi maupun sekolah masih libur. Jadi, pendonor tak bisa berjalan optimal.
“Pada Sabtu (25/6) lalu, stok sempat tersisa lima kantong saja untuk darah A dan AB. Kemudian stok darah O hanya 25 kantong dan B hanya 15 kantong,” ujarnya Senin (25/6).
Pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai komunitas untuk melakukan donor darah. Selain itu, juga mengoperasikan satu unit mobil yang terus berkeliling mencari pendonor.
Meski begitu, UTD PMI Grobogan belum sampai mengambil stok hingga ke daerah lain. Namun, berbagai rumah sakit (RS) di Grobogan yang biasanya membutuhkan darah sudah ada yang mengambil dari daerah lain. Sebab, sudah mengetahui stok di UTD PMI menipis.
“Meski jumlahnya sangat terbatas, tapi persediaan darah di Kabupaten Grobogan tetap terbilang aman. Saya berharap masyarakat bisa membantu sesama dengan donor darah,” harapnya. (jpg/ila)

Jawa Tengah