Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kalurahan Natah Kembangkan Kopi Robusta

Editor Content • Selasa, 7 Maret 2023 | 18:10 WIB
COCOK - Lokasi penanaman bibit kopi robusta di Kawasan Embung Batara Sriten Kalurahan Natah, Kapanewon Nglipar kemarin (6/3).(Humas Pemkab untuk Radar Jogja)
COCOK - Lokasi penanaman bibit kopi robusta di Kawasan Embung Batara Sriten Kalurahan Natah, Kapanewon Nglipar kemarin (6/3).(Humas Pemkab untuk Radar Jogja)
 

RADAR JOGJA - Kalurahan Natah, Kapanewon Nglipar, mengembangkan tanaman kopi. Jenis kopi rubusta dipilih karena cocok untuk budidaya sesuai dengan ketinggian wilayah Gunungkidul.

Lurah Natah, Nur Wahyudi mengatakan, tanaman kopi di tanam pada lahan seluas 5,6 hektare. Berlokasi di bulak simpangan, tepatnya bawah kawasan Embung Batara Sriten. “Akan kami kemas menjadi kebun buah. Kita tanam kopi kami mendapat pendampingan dari UGM, BUMN, dan pengiat perkebunan kopi,” kata Nur Wahyudi kemarin (6/3).

Dikatakan, tahap awal telah melakukan penyemaian kopi bersama Kelompok Tani Karya Muda. Hampir 90 persen tanaman kopi dapat tumbuh maksimal. “Kami berharap tempat ini nantinya menjadi pendukung destinasi wisata Embung Sriten. Sekarang akses jalan yang masih menjadi kendala,” ujarnya.

Dijelaskan, selain kopi nanti ada tanaman keras seperti apukat, durian, dan manggis. Menurutnya bibit buah sudah siap tanam. Tanaman keras akan ditanam dipinggir, sekaligus juga sebagai tanggul untuk menahan longsor. "Pengelolaan laha BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) dan masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan kopi jenis robusta cocok ditanam di dataran tinggi. Robusta dapat tumbuh di dataran rendah, namun lokasi paling baik untuk membudidayakan tanaman ini pada ketinggian 400-800 meter dpl (di bawah permukaan laut). "Kopi robusta juga dikembangkan di wisata Relegi Gunung Gambar Kampung, Ngawen," kata Rismiyadi.

Dia menjelaskan, sejauh ini total sudah ada 60 hektare tanaman kopi rubusta di Gunungkidul. Diharapkan hasilnya dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

Program pengembangan perkebunan kopi oleh masyarakat hendaknya dilakukan dengan maksimal. “Perkebunan kopi memiliki potensi dan pangsa pasar yang sangat menjanjikan,” ujarnya.

Terpisah, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, potensi alam wilayah utara jika dikemas dengan baik akan memiliki nilai lebih. Hal ini sejalan dengan program pembangunan integrasi wilayah utara. Karakter wilayah selatan, tengah dan utara sangat berbeda."Perkebunan kopi bisa menjadi peluang dengan memanfaatkan tanaman yang berbeda,” kata Sunaryanta.

Tidak kalah penting, masyarakat membaca tren perkembangan ekonomi dan perilaku manusia. Biji bijian termasuk kopi mempunyai trend yang baik. Endingnya diharapkan perekonomian masyarakat dapat meningkat. (gun/bah)

 

  Editor : Editor Content
#Kopi Robusta