Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

JJLS Gunungkidul Segera Tersambung

Editor Content • Kamis, 2 Maret 2023 | 16:53 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Pelan tapi pasti, pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Gunungkidul menunjukkan perkembangan. Jumlah ruas jalan yang belum tersambung lebih kurang tinggal 11 kilometer. Terakhir mengoneksikan ruas Tepus-Jerukwudel-Planjan.

Total ruas jalan sepanjang 88 kilometer yang melintasi Gunungkidul tersebut direncanakan tuntas tahun depan. Kewenangan JJLS ditangani oleh Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ).

Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Kabupaten Gunungkidul Wadiyana mengatakan, panjang JJLS yang melintasi Gunungkidul mencapai 88 kilometer mulai Kapanewon Purwosari hingga Kapanewon Rongkop."Dari panjang ruas jalan tersebut yang belum tersambung sekitar 11 kilometer. Rinciannya, Tepus-Jerukwudel-Planjan," kata Wadiyana saat dihubungi Rabu (1/3).

Sebelumnya pada akhir 2019 dibangun ruas Rongkop-Girisubo dan Girisekar-Legundi. Ruas Rongkop-Girisubo merupakan jalur perbatasan dengan Jawa Tengah dengan panjang mencapai 10,6 kilometer dan dengan biaya pengerjaan sekitar Rp 220 Miliar. Sedangkan ruas Girisekar-Legundi memiliki panjang 4,7 kilometer dan dibangun menggunakan biaya sekitar Rp 96 Miliar."Jika ruas jalan Tepus-Jerukwudel-Planjan tersambung sudah selesai (JJLS di Gunungkidul), tinggal menunggu sisi barat tersambung dengan Parangtritis Bantul," ujarnya.

Untuk dapat tersambung dengan Kabupaten Bantul ada proyek Kelok 18. Pembangunan jembatan kelok 18 dari Bantul-Gunungkidul melalui Parangtritis tembus Kalurahan Girijati, Kapanewon Purwosari.

Secara geografis, jembatan penghubung tersebut nantinya melalui dua padukuhan masing-masing Watugajah dan Padukuhan Parangrejo. Pembebasan lahan sudah berlangsung sejak 2017 dan berakhir di 2018.

Namun demikian pihaknya tidak bisa memastikan kapan proyek JJLS dan Kelok 18 berakhir karena kewenangan ada di Satker Pembangunan Jalan Nasional (PJN) DIJ.

Sementara itu, Lurah Jepitu Sudarta mengatakan, pembangunan JJLS di wilayahnya tahun ini terus berlanjut, salah satunya di Padukuhan Karang Lor. Pembelahan atau pengeprasan bulak (bukit) di lokasi tersebut menggunakan dinamit."Sebelumnya juga telah dilakukan peledakan di bulak Pucang Sewu. Bentang jalan yang belum tersambung kurang lebih dua kilometer," kata Sudarta. (gun/din) Editor : Editor Content
#JJLS #Gunungkidul