RADAR JOGJA - Tahun ini pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) dimulai kembali. Bulan ini ditarget menyelesaikan rute Planjan-Tepus sepanjang 9,725 kilometer. Titik yang dibangun berada di ruas sebelum pos tempat pemungutan retribusi kawasan Pantai Baron.
Ruas jalan dibangun ke timur hingga masuk wilayah Kapanewon Tepus. Pengerjaan itu menambah ruas pembangunan JJLS di Bumi Handayani, karena ada pembangunan ruas Girisekar-Legundi sepanjang 4,7 kilometer dan Rongkop-Girisubo 10,6 kilometer.
Panewu Tanjungsari Rakhmadian Wijayanto mengatakan, pembangunan JJLS di wilayahnya mulai dibangun sejak awal bulan ini. Diharapkan dengan adanya jalan baru bisa mendongkrak perekonomian masyarakat. “Rencananya pembangunan dilakukan selama dua tahun,” katanya saat dihubungi Minggu (21/3).
Sementara itu, Kepala Seksi Pemeliharaan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Kabupaten Gunungkidul Wadiyana mengatakan, pembangunan JJLS ditangani oleh Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah DIJ. “Meski demikian, kami mendapatkan informasi berkaitan dengan pembangunan,” ujarnya.
Dikatakan, pembangunan ruas Planjan-Tepus dengan panjang 9,725 kilometer menelan biaya sekitar Rp 201 miliar. Kontrak berlangsung sejak Desember 2020 hingga Desember 2022. Sejak akhir 2019 hingga sekarang ada dua ruas lain yang dibangun meliputi ruas Rongkop-Girisubo dan Girisekar-Legundi.
“Meski ada tiga paket pengerjaan yang sedang berlangsung, belum bisa menyambungkan JJLS secara penuh,” terangnya. Masih ada dua ruas belum dibangun yakni ruas Tepus-Girisubo dan jalur di perbatasan yang menghubungkan dengan Bantul.
Menurutnya, penyelesaian jalur yang melintas di wilayah Gunungkidul sepenuhnya menjadi kebijakan pemerintah pusat. Saat ini pembebasan lahan sudah mencapai 81 persen atau sekitar 66,6 kilometer. (gun/laz) Editor : Editor Content