Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ada 278 Jenis Obat Herbal, Kunyit Diklaim Penangkal Virus Korona

Editor Content • Rabu, 4 Maret 2020 | 14:45 WIB
INOVATIF: Yomi Windi Asri saat menunjukkan produk Langis yakni sabun ramah lingkungan berbahan dasar minyak goreng bekas atau jelantah.(IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA)
INOVATIF: Yomi Windi Asri saat menunjukkan produk Langis yakni sabun ramah lingkungan berbahan dasar minyak goreng bekas atau jelantah.(IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA)
 

Padukuhan Kedungdowo Wetan masuk dalam kawasan Ekowisata Desa Pampang, Kecamatan Paliyan. Salah satu keunikannya, hampir di setiap pekarangan rumah penduduk tumbuh subur tanaman herbal dan diklaim bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Termasuk menangkal virus korona.

 

GUNAWAN, Gunungkidul, Radar Jogja

 

RADAR JOGJA - RUTE menuju Omah Jamu di Kedungdowo Wetan tidaklah sulit. Bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Dari pusat Kota Wonosari, kurang lebih menempuh perjalanan sekitar 20 menit ke arah barat. Kalau masih kebingungan dengan layanan Google Maps, ada baiknya jika sudah sampai di balai desa setempat, tanya kepada warga.

Radar Jogja Selasa (3/3) pagi sampai di Omah Jamu. Tempat ini merupakan sentra tanaman herbal milik Aisyah Titisukarti, 44. Sekilas profesi Aisyah adalah ibu rumah tangga dua anak. Ia mengenyam pendidikan terakhir di Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) Sumatera Barat.

Ilmu meracik obat herbal diperoleh saat bekerja di Arab Saudi tahun  2006-2011. Berawal dari pengalaman, istri Waluya ini mampu mengembangkan tumbuhan herbal sebagai obat di pekarangan rumah. “Ada 278 jenis dan masing-masing memiliki khasiat,” kata Aisyah.

Disinggung mengenai obat penangkal virus korona, dia mulai menyebut kunyit, temulawak, dan jahe adalah kelompok tanaman rimpang yang kerap digunakan sebagai bumbu masak maupun obat. Menurutnya, tanaman ini akurkurimnya cukup tinggi. “Dapat mengobati penyakit kronis, termasuk penangkal virus korona,” ungkapnya.

Lalu, bagaimana cara meraciknya? Kata dia, segala  bentuk rimpang setelah melalui proses pemanasan ternyata isotonnya tidak respek terhadap beberapa penyakit. Lebih bagus digunakan dalam kondisi segar, bahkan tidak melalui proses pemanasan.

“Jadi cukup dicuci bersih tidak perlu dikupas, karena kandungan protein curculin paling banyak terdapat di bawah kulit ari dan itu harus dipertahankan. Rimpang bisa digunakan setelah isotonnya mencapai sekian persen,” ujarnya.

Untuk mengetahui rimpang sudah layak digunakan atau belum, cukup sederhana dengan cara batang daun dipatahkan. Setelah di dalamnya terbentuk tiga lapisan, kunyit pertama orange muda, orange sedang, di tengahnya orange tua, berarti itu sudah bisa digunakan untuk pengobatan.

Tanaman obat herbal yang bisa menangkal virus korona adalah jenis kunyit. Bisa dicampur temulawak dan rumput meniran. Ini mengandung imunomodulator atau senyawa yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. “Karena obat tanaman herbal itu imunnya cukup tinggi, sehingga menambah daya tahan tubuh,” ujarnya.

Saat diseduh, bisa bisa dicampur dengan tanaman stevia sebagai pemanis. Merupakan tanaman dari suku asteraceae, berkerabat dengan bunga matahari. Daun stevia dikenal sebagai pemanis pengganti gula tebu.

Menghadapi Covid-19 itu, menurut Aisyah, tidak usah panik. Sebagai upaya tawakal hendaknya menjaga pola hidup sehat dan pola makan, namun tidak harus mahal. Cukup mencegah dengan ramuan di sekitar kita. “Takaran 125 gram kunyit segar diblander, tiga gelas air diminum tiga kali sehari, insya Allah bisa menangkal virus korona,” ungkapnya. (laz) Editor : Editor Content
#Gunungkidul #Obat Corona