Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tanah Ambles Picu Banjir Lumpur

Editor Content • Kamis, 9 Januari 2020 | 15:10 WIB
JADI ANCAMAN: Titik tanah ambles berada di Padukuhan Brongkol mengakibatkan banjir lumpur di Padukuhan Kenis kemarin (8/1). (GUNAWAN/RADAR JOGJA)
JADI ANCAMAN: Titik tanah ambles berada di Padukuhan Brongkol mengakibatkan banjir lumpur di Padukuhan Kenis kemarin (8/1). (GUNAWAN/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Hujan lebat dengan durasi lebih dari dua jam terjadi di wilayah Desa Purwodadi, Tepus. Dampak yang ditimbulkan berupa tanah ambles yang memicu banjir lumpur.

Titik tanah ambles berada di Padukuhan Brongkol, sementara banjir lumpur dirasakan warga Padukuhan Kenis. Lahan ambles berlubang memanjang milik Suyatno, 60. Pantauan di lokasi kemarin (8/1) aliran air membentuk kubangan dan rekahan memanjang.

“Senin (6/1) dini hari terdengar getaran gleger. Ketika kami keluar, rumah kayu-kayu seperti sengon dan glugu dalam kondisi miring karena tergerus tanah ambles,” kata Suyatno saat ditemui kemarin.

Dia menduga, hujan dengan durasi panjang lebih dari tiga jam jadi pemicunya. Terlebih kontur tanah berupa lereng memudahkan air cepat turun. Tahun sebelumnya pernah ada kasus serupa, rekahan tanah namun tidak separah sekarang.

“Dan ternyata material tanah terbawa arus air juga memicu banjir lumpur sampai ke bawah atau Padukuhan Kenis,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Purwodadi Sagiyanto menyampaikan, rekahan tanah sepanjang 16 meter mengancam keselamatan warga Padukuhan Kenis. Jika curah hujan tinggi dikhawatirkan masih ada material tanah meluncur.

“Material tanah menutup jalan antarkampung cor rabat setinggi 20 centimeter. Ada yang menimbun pekarangan warga setinggi 70 centimeter,” kata Sagiyanto.
Menurutnya, jarak antara Padukuhan Brongkol dengan Kenis hanya sekitar 50 meter. Berdekatan sehingga banjir lumpur susulan dipicu hujan deras masih menjadi ancaman bagi warga yang tinggal di pemukiman. “Hari ini (kemarin, Red), warga dibantu TNI-Polri dan SAR serta relawan gotong royong menyingkirkan material longsoran,” ungkapnya.

Camat Tepus Alsito berharap Pemkab Gunungkidul turun tangan mengantisipasi kemungkinan dampak longsor susulan. Terutama pembangun saluran air, sehingga ke depan jika kejadian serupa terulang dampak yang ditimbulkan dapat ditekan. “Sekarang ancaman longsor susulan masih ada,” kata Alsito.

Dia menyampaikan, warga terdampak banjir lumpur mencapai puluhan kepala keluarga (KK) dengan jumlah jiwa ratusan. Sedini mungkin pemetaan lokasi berbahaya diperlukan untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan. “Untuk sekarang terkondisi aman,” ucapnya.

Di bagian lain, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul Edy Basuki mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Hanya saja patut diwaspadai jika hujan dengan intensitas tinggi kembali turun.

“Petugas kami sudah melakukan pengecekan di lapangan. Akses jalan memang sempat tertutup. Sementara tidak ada rumah yang dilaporkan rusak,” kata Edy. (gun/laz) Editor : Editor Content
#tanah ambles #longsor Gunungkidul