GUNUNGKIDUL - Longsor susulan kembali terjadi di jalur rawan Tanjakan Clongop, tepatnya di Padukuhan Plasan, Kalurahan Watugajah, Kapanewon Gedangsari, Kamis (26/3/2026) dini hari.
Material berupa batu dan tanah menutup sekitar 80 persen badan jalan, sehingga arus lalu lintas sempat terganggu.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 03.30 di ruas Jalan Baru Clongop yang menghubungkan wilayah Gunungkidul dengan Klaten.
Jalur ini dikenal sebagai salah satu akses alternatif dengan kontur jalan menanjak dan rawan longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan, longsor susulan ini dipicu kondisi tanah yang masih labil, sehingga material mudah runtuh ke badan jalan.
“Kemarin siang sudah ada longsor susulan, di lokasi yang sama. Saat ini kendaraan besar harus bergantian atau buka tutup, sedangkan sepeda motor masih bisa melintas dengan hati-hati,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (26/3/2026).
Menurutnya, penanganan darurat dilakukan dengan menggeser material longsor secara manual agar sebagian badan jalan dapat segera difungsikan kembali.
Hingga sore hari, proses pembersihan masih dilakukan guna memastikan tak ada serpihan material longsoran di jalan.
Sebab, kata dia, hal tersebut perlu diperhatikan agar tidak membahayakan pengguna jalan.
“Kami lakukan pembersihan awal secara manual supaya akses minimal bisa terbuka. Itu sudah tadi pagi ya. Ini langkah cepat agar lalu lintas tidak terputus total,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Edy Winarta menambahkan, penanganan lanjutan akan melibatkan dinas terkait untuk pembersihan secara menyeluruh dan penanganan permanen.
“Untuk penanganan lanjutan besok, akan dikoordinasikan dengan instansi terkait agar material bisa dibersihkan tuntas dan potensi longsor susulan bisa diminimalkan,” katanya.
BPBD mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur Clongop, terutama pada kondisi dini hari atau saat cuaca tidak menentu.
“Pengguna jalan diharapkan berhati-hati dan mematuhi pengaturan lalu lintas di lokasi. Jika memungkinkan, bisa menggunakan jalur alternatif untuk sementara waktu,” imbaunya. (bas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita