GUNUNGKIDUL - Aktivitas di Terminal Induk Dhaksinarga masih melandai menjelang arus mudik Lebaran 2026. Hingga kini pergerakan bus yang masuk masih didominasi angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP).
Kepala Terminal Induk Dhaksinarga Gunungkidul Aris Pambudi mengatakan, bahkan pemudik dengan skema mudik gratis masih nihil. “Yang masuk baru yang reguler,” ujarnya saat ditemui di Mal Pelayanan Publik Terminal Dhaksinarga Selasa (17/3).
Berdasarkan rekap sementara, kata dia, total bus yang masuk ke Terminal Dhaksinarga mencapai 138 unit. Dengan rincian AKDP sebanyak 89 unit dan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) sebanyak 49 unit.
Sementara itu, bus pariwisata tercatat belum ada pergerakan pada periode awal pemantauan. Ia menyebut, komposisi tersebut menunjukkan bahwa arus mudik masih berada pada tahap awal dan didominasi mobilitas jarak dekat.
“Pergerakan bus saat ini masih didominasi AKDP, artinya mobilitas masih dalam lingkup regional. Untuk lonjakan signifikan biasanya terjadi mendekati H-3 hingga H-1,” ujarnya.
Ia menjelaskan, belum masuknya bus pariwisata juga menjadi indikator bahwa arus kunjungan wisata berbasis rombongan belum mulai bergerak. Pihak terminal, lanjutnya, terus melakukan pemantauan intensif guna mengantisipasi peningkatan arus secara tiba-tiba.
Karena didominasi AKDP yang mencapai sekitar dua pertiga dari total pergerakan, Aris menilai Terminal Dhaksinarga masih berada pada fase awal arus mudik. Lonjakan signifikan jumlah bus dan penumpang diprediksi akan terjadi dalam beberapa hari ke depan seiring mendekatnya Hari Raya Idul Fitri.
“Kami sudah siap menyambut kedatangan para pemudik di Terminal Dhaksinarga,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Sub Unit Pelayanan MPP Gunungkidul Etni Priskila Saweho menegaskan, kesiapan layanan terus dimaksimalkan meski lonjakan penumpang belum terjadi. “Kami tetap siaga, baik dari sisi pelayanan, informasi, maupun fasilitas pendukung,” bebernya. (bas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita