GUNUNGKIDUL - Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Gunungkidul menimbulkan kerusakan di dua kapanewon dan lima kalurahan.
Berdasarkan laporan situasi dari BPBD Gunungkidul hingga pukul 23.30, tercatat 28 titik terdampak dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 56,5 juta.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan, peristiwa bermula dari peringatan dini cuaca yang dikeluarkan BMKG DIY sekitar pukul 13.51.
Wilayah Gunungkidul diprediksi berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang.
“Benar jam 14.30 hujan angin. Dampaknya cukup luas, terutama di Kapanewon Semin dan Gedangsari. Mayoritas kerusakan disebabkan pohon tumbang dan longsoran tebing,” ujar Purwono kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).
Data Pusdalops BPBD Gunungkidul mencatat, di Kapanewon Semin kerusakan paling banyak terjadi di Kalurahan Pundungsari.
Sedikitnya 16 rumah mengalami rusak sedang akibat tertimpa pohon, masing-masing ditaksir merugi sekitar Rp 3 juta per unit.
Selain itu, terdapat sejumlah rumah rusak ringan akibat sapuan angin kencang.
Tak hanya rumah, satu warung di Kalurahan Kemejing dilaporkan mengalami rusak berat dengan estimasi kerugian Rp 5 juta.
Sejumlah akses jalan juga sempat tertutup pohon tumbang di Bendung dan Pundungsari.
Sementara di Kapanewon Gedangsari, longsor tebing setinggi 10 meter di Kalurahan Tegalrejo menutup drainase dan jalan.
Longsor juga terjadi di Watugajah yang menutup jalan provinsi di tanjakan Clongop. Untuk titik ini, kerugian masih dalam proses penghitungan.
“Hanya kerugian materil, tidak ada korban jiwa,” tegasnya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Edy Winarta menambahkan, secara keseluruhan terdapat 28 laporan kejadian yang tersebar di lima kalurahan.
Rinciannya meliputi kerusakan rumah kategori ringan hingga sedang, satu bangunan usaha rusak berat, talud ambrol, serta tiga akses jalan terdampak.
“Total kerugian sementara terdata Rp 56,5 juta. Angka ini masih bisa berubah karena ada beberapa titik yang masih dalam asesmen,” jelasnya.
Menurut Edy, tim reaksi cepat (TRC) langsung diterjunkan untuk melakukan pendataan serta penanganan darurat.
Bantuan logistik dan peralatan juga disalurkan guna mempercepat proses pembersihan material pohon tumbang maupun longsoran.
Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan deras disertai angin kencang.
Pemangkasan pohon lapuk dan dahan berlebih perlu dilakukan untuk meminimalkan risiko.
Warga juga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar, tiang listrik, maupun berada di kawasan rawan longsor dan daerah aliran sungai saat cuaca buruk.
“Siang ini masih hujan deras. Potensi cuaca ekstrem masih ada. Kami minta masyarakat terus memantau informasi resmi dari BMKG dan tetap siaga,” tandas Edy. (bas)
Editor : Bahana.