Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Selang Sehari, Cabai Rawit Merah di Gunungkidul Naik Rp 20 Ribu, Kini Tembus Rp 100 Ribu per Kilogram

Yusuf Bastiar • Jumat, 20 Februari 2026 | 22:25 WIB

 

STOK AMAN: Pedagang Pasar Argosari sedang berada di lapaknya menunggu pembeli. Meski harga beberapa komoditas naik, stok dipastikan aman.
STOK AMAN: Pedagang Pasar Argosari sedang berada di lapaknya menunggu pembeli. Meski harga beberapa komoditas naik, stok dipastikan aman.

GUNUNGKIDUL - Harga cabai rawit merah di Kabupaten Gunungkidul melonjak tajam di awal Ramadan. Hanya berselang satu hari, komoditas ini naik Rp 20 ribu per kilogram. Dari Rp 80 ribu menjadi Rp 100 ribu per kilogram. 

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Gunungkidul Ris Heryani mengatakan, kenaikan terjadi kemarin (20/2). Saat hari pertama puasa, cabai rawit merah masih dipasarkan Rp 80 ribu per kilogram. “Ini kenaikan tertinggi dibanding komoditas lain dan rata di setiap pasar,” ujarnya saat dikonfirmasi Jumat (20/2).

Tak hanya cabai rawit merah, cabai merah keriting juga mengalami kenaikan. Dari Rp 40 ribu menjadi Rp 50 ribu per kilogram. Cabai rawit hijau turut terkerek dari Rp 50 ribu menjadi Rp 55 ribu per kilogram. 

Kenaikan juga terjadi pada gula pasir. Pada Kamis (19/2) masih dijual Rp 16 ribu per kilogram, lalu naik menjadi Rp 16.500 sehari berikutnya. Minyak goreng premium ikut terdongkrak dari Rp 18 ribu menjadi Rp 19.500 per liter. Sementara minyak goreng curah masih stabil di angka Rp 20 ribu per kilogram.

Ris menjelaskan, lonjakan harga cabai dipicu berkurangnya pasokan di pasaran. Sejumlah daerah pemasok belum memasuki masa panen secara merata. Di sisi lain, cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini turut memengaruhi hasil produksi. “Stok berkurang sementara permintaan tetap tinggi, apalagi awal Ramadan kebutuhan meningkat. Sesuai hukum ekonomi, harga akan naik,” jelasnya.

Meski demikian, sejumlah komoditas lain terpantau stabil. Berdasarkan hasil pantauan harga yang ia lakukan, komoditas seperti beras, daging ayam broiler, bawang merah, dan bawang putih belum mengalami perubahan harga signifikan. Bahkan harga telur ayam ras justru turun dari Rp 29.500 menjadi Rp 29 ribu per kilogram.

“Ya memang begitu, ada yang naik tajam, ada yang stuck, ada yang justru malah turun. Tapi kami pastikan semua komoditas bahan pokok masih aman di pasaran,” tegasnya. 

Kepala Disdagnaker Gunungkidul Kelik Yuniantoro memastikan, pihaknya terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan stok di pasar tradisional maupun distributor. Sebagai langkah stabilisasi, kata dia, disdagnaker juga telah menggencarkan operasi pasar. Salah satunya dengan komoditas minyak goreng merek MinyaKita yang digelar beberapa waktu lalu untuk menjaga keterjangkauan harga di tingkat konsumen. “Kami pastikan pengawasan terus dilakukan. Apalagi selama Ramadan hingga menjelang Lebaran biasanya terjadi peningkatan permintaan,” ujarnya. (bas/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja #komoditas alpukat di sukoharjo #Disdagnaker Gunungkidul #cabai rawit #harga #ramadan