GUNUNGKIDUL - Hujan deras yang mengguyur Kapanewon Ngawen, Gunungkidul memicu bukit di atas permukiman Kalurahan Tancep longsor. Material berupa batu berukuran besar, tanah, dan pepohonan meluncur dan membuat 18 rumah warga rusak. Akibatnya, belasan kepala keluarga mengungsi dan puluhan warga melakukan penjagaan.
Panewu Ngawen Agus Sumaryono mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi pada Selasa malam. Hasil pendataan sementara, kata dia, sebanyak 13 rumah mengalami rusak ringan dan lima rumah rusak berat.
“Akibat kejadian ini, 12 kepala keluarga mengungsi ke rumah saudaranya. Sementara enam rumah yang terdampak ringan masih ditempati karena dinilai relatif aman,” ujarnya saat dihubungi pada, Selasa malam (17/2).
Ia menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi mulai mengguyur wilayah Tancep sekitar pukul 13.00 dan berlangsung kurang lebih tiga jam. Tepat sekitar pukul 16.00, longsoran terjadi dari bukit yang berjarak sekitar 300 meter dari permukiman terdekat. Material longsor berupa tanah, batu, dan pohon tumbang mengarah langsung ke permukiman warga. Agus menyebut, material longsoran didominasi batu berdiameternya mencapai dua meter.
“Lokasi bukit atau gunung yang longsor itu persis di atas pemukiman warga, kami mendapatkan laporan begitu,” tegasnya.
Longsoran Material tersebut terus meluncur hingga menghantam rumah warga. Selain itu, longsoran juga mengarah ke aliran sungai dan jembatan. Akibatnya, air sungai meluap hingga ke badan jalan dan memutus akses menuju Kalurahan Tancep. Hingga Selasa malam, kata Agus, warga masih berjaga di luar rumah untuk mengantisipasi kemungkinan hujan susulan dan longsor lanjutan.
“Warga standby, khawatir jika tengah malam atau menjelang pagi terjadi hujan lagi,” tambah Agus.
Selain itu, untuk menghindari risiko korsleting listrik, aliran listrik di rumah-rumah yang mengalami kerusakan dipadamkan. Sementara penerangan jalan umum masih menyala. “Kami padamkan listrik di rumah yang rusak untuk mencegah dampak lanjutan. Untuk listrik di jalan-jalan masih normal,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Edy Winarta membenarkan peristiwa tersebut. Kini pihaknya masih melakukan asesmen lapangan, sehingga belum bisa merinci kronologi atau data lebih lanjut. Kendati demikian, ia memastikan pihaknya telah mengakomodir kebutuhan logistik untuk respon cepat kebencanaan di Kalurahan Tancep.
“Matras, selimut, dan paket makan besar sudah kami salurkan ke posko pengungsian di Kalurahan Tancep,” tegasnya. (bas)
Editor : Sevtia Eka Novarita