GUNUNGKIDUL - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kapanewon Ngawen, Gunungkidul memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah titik pada Selasa sore (17/2). Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Edy Winarta membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, hujan berintensitas tinggi menjadi pemicu utama terjadinya banjir yang kemudian disusul longsor di beberapa lokasi.
“Iya benar ada longsor dan sejumlah warga mengungsi. Dampak terparah terjadi di Kalurahan Jurangjero dan Tancep,” ujarnya saat dikonfirmasi Selasa malam (17/2).
Data sementara BPBD mencatat, banjir yang memicu longsor dilaporkan terjadi di Padukuhan Jono, Banteng Wareng, Padukuhan Suru, dan Padukuhan Kampung Kalurahan Tancep. Di Kalurahan Natah, Kapanewon Nglipar, terdapat tiga titik terdampak. Di Kalurahan Beji, Ngawen, empat lokasi terdampak. Kemudian di Kalurahan Semin, Kapanewon Semin terdapat dua titik, serta dua titik lainnya berada di Kalurahan Jurangjero, Ngawen.
“Yang paling parah memang banjir di Kalurahan Tancep,” ujarnya.
Edy mengaku, dua lokasi pengungsian telah disiapkan. Di Balai Kalurahan Tancep, sebanyak 10 kepala keluarga mengungsi. Sementara di Balai Padukuhan Wonosari, Kalurahan Jurangjero, tercatat 25 warga mengungsi. “Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” tegas Edy.
BPBD telah menyalurkan bantuan logistik bagi para pengungsi. Di Balai Kalurahan Tancep, bantuan yang diberikan meliputi lima matras, sepuluh selimut, serta lima paket permakanan besar dari APBD. Bantuan serupa juga disalurkan ke Balai Padukuhan Wonosari, yakni lima matras, sepuluh selimut, dan lima paket permakanan besar.
“Penambahan logistik bersifat fleksibel menunggu perkembangan di lokasi. Sampai malam ini kami masih melakukan pendataan dampak musibah,” imbuhnya.
Sementara itu, Kasi Pencegahan, Kesiapsiagaan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPBD Gunungkidul Agus Wibowo menyampaikan, asesmen lanjutan terus dilakukan. Sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk fasilitas lingkungan dan akses jalan yang terdampak cukup parah. Terutama di Padukuhan Pulejono Kalurahan Tancep.
“Petugas masih melakukan pendataan jumlah rumah dan aset warga yang mengalami kerusakan. Personel juga dikerahkan untuk membersihkan lumpur dan material yang menutup akses jalan lingkungan,” jelasnya.
Tim gabungan saat ini menghitung jumlah bangunan terdampak serta memperkirakan nilai kerugian, termasuk kerusakan kendaraan dan perabot rumah tangga warga. Hingga berita ini diterbitkan, total kerugian akibat banjir dan longsor tersebut belum dapat dipastikan. Selain itu, BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan. Potensi hujan deras masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Kami meminta warga tetap siaga, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, agar risiko dampak bencana susulan bisa diminimalkan,” pungkas Agus. (bas)
Editor : Sevtia Eka Novarita