GUNUNGKIDUL - Pemkab Gunungkidul kembali menertibkan bangunan semi permanen di kawasan Pantai Sepanjang. Dua tempat duduk berbentuk papan kayu panjang yang berdiri di area pasir sisi selatan pantai dibongkar.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Gunungkidul Hary Sukmono menegaskan, penertiban dilakukan untuk menjaga komitmen awal bahwa area bibir Pantai Sepanjang harus steril dari segala bentuk bangunan, baik permanen maupun semipermanen.
“Kami bongkar karena sesuai komitmen di awal, kawasan sisi selatan atau bibir pantai harus steril dari bangunan apa pun,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Rabu, (11/2).
Saat melakukan pengecekan lapangan pada Selasa lalu (10/2), masih mendapati aktivitas bangunan kayu memanjang yang digunakan untuk duduk wisatawan. Padahal, bangunan tersebut sudah diingatkan untuk dibongkar karena tidak masuk dalam rencana penataan. “Sudah kami peringatkan, saya suruh bongkar kok belum dibongkar. Akhirnya kami bongkar kemarin,” tegasnya.
Menurutnya, meski hanya berupa papan kayu panjang dan bukan gazebo, keberadaan bangunan tersebut berpotensi memicu munculnya bangunan serupa dari pedagang lain jika dibiarkan. Jika sudah demikian, kata dia, potensi pengkaplingan area pasir bisa kembali terjadi.
Ia menekankan, pasir Pantai Sepanjang merupakan ruang publik terbuka yang tidak boleh diklaim oleh pihak tertentu. Jangan sampai muncul praktik penarikan biaya kepada wisatawan hanya untuk duduk di area pantai. “Termasuk payung dan gazebo di (Pantai) Sepanjang kami larang,” katanya.
Penertiban ini, lanjut Hary, merupakan langkah preventif untuk menjaga konsep Pantai Sepanjang yang lebih ekologis. Area selatan dirancang tanpa bangunan dan akan ditanami pandan laut sebagai peneduh alami. “ Jadi memang harus steril dari bangunan,” jelasnya.
Selain bangunan sem permanen, Disparekrafpora juga mencatat masih adanya kendaraan yang parkir di area bekas kios pedagang serta genangan air di sekitar kawasan tersebut. Persoalan itu akan dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum.
Sekretaris Disparekrafpora Gunungkidul Eko Nurcahyo menambahkan, penataan akan dilanjutkan melalui kegiatan gotong royong pariwisata pada Kamis (12/2). “Besok kami lakukan gotong royong dan penanaman pandan laut di kawasan Pantai Sepanjang sebagai bentuk penataan lanjutan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut meliputi kerja bakti meratakan material kerpus di sisi selatan pantai, sebelum dilanjutkan ke tahap pembangunan berikutnya. Ia berharap, langkah tegas ini mampu menjaga wajah Pantai Sepanjang tetap tertata, terbuka, dan nyaman bagi seluruh wisatawan tanpa ada kesan pengkaplingan ruang publik. (bas/pra)
Editor : Heru Pratomo