GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus berbenah memperkuat sektor pariwisata. Setelah penataan Pantai Sepanjang, tahun ini giliran Pantai Krakal yang masuk prioritas.
Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul mengusulkan anggaran Rp 1,8 miliar untuk pembangunan jogging track dan penataan kawasan.
Kepala DPUPRKP Gunungkidul Rakhmadian Wijayanto mengungkapkan, usulan anggaran Rp 1,8 miliar tersebut direncanakan masuk dalam Perubahan APBD 2026.
Jika mendapat persetujuan, pembangunan ditargetkan mulai pertengahan tahun. Jika disetujui dalam perubahan tersebut, lanjut di, paling cepat pertengahan tahun sudah mulai dikerjakan.
“Pengerjaan ini juga targetnya rampung di 2026,” ujarnya saat ditemui di Wonosari pada Rabu, (11/2/2026).
Rakhmadian mengaku, rencana penataan Pantai Krakal merupakan arahan langsung Bupati Gunungkidul.
Hal tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya tarik wisata pantai sebagai andalan pendapatan asli daerah (PAD).
“Kemarin arahan Bupati untuk meningkatkan kunjungan dan daya tarik wisata pantai. Setelah kita fokus ke Sepanjang, tahun ini Pantai Krakal akan ditata,” terangnya.
Ia menyampaikan, konsep penataan mencakup pembangunan pedestrian sekaligus jogging track dari sisi timur Pantai Krakal hingga perbatasan Pantai Sarangan.
Panjang jalur yang yang direncanakan, kata dia, mencapai 320 meter dengan lebar 2,5 meter. Selain pedestrian, penataan juga menyasar penertiban parkir dan warung.
Kendaraan yang selama ini masuk hingga kawasan pantai akan dialihkan ke kantong parkir yang telah tersedia.
“Nanti kita hias seperti di Alun-Alun Wonosari, dilengkapi lampu dan fasilitas penunjang lainnya,” jelasnya.
Ia melanjutkan, mobil dan bus akan dipindahkan ke lapangan parkir yang sudah ada supaya tidak mangkrak. Rakhmadian mengakui, area parkir tersebut sebenarnya telah dibangun sejak lama, namun belum optimal digunakan.
Keluhan terkait minimnya fasilitas seperti kamar mandi dan tempat berteduh bagi sopir menjadi salah satu kendala.
“Itu sudah lama tidak terpakai. Nanti kita manfaatkan lagi, sekaligus dilengkapi fasilitas pendukung. Tapi prioritas utama tetap pedestrian,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Gunungkidul Hary Sukmono menyebut, penataan Pantai Krakal merupakan bagian dari strategi pengembangan destinasi berbasis amenitas dan aksesibilitas.
“Aksesibilitas itu misalnya jalan, transportasi, tempat parkir, toilet, pedestrian. Ini memang infrastruktur yang harus diperkuat,” katanya.
Menurutnya, Pantai Krakal memiliki potensi besar, namun perlu intervensi penataan agar lebih tertib dan nyaman bagi wisatawan.
Ia bahkan optimistis, jika penataan berjalan maksimal seperti di Pantai Sepanjang, Krakal akan semakin ramai dikunjungi wisatawan, baik pagi, siang, sore, bahkan malam hari.
“Kalau ada kesepahaman dengan kelompok atau pelaku usaha di kawasan, penguatan kawasan akan lebih tepat. Kami optimistis Krakal bisa semakin berkembang,” tandasnya. (bas)
Editor : Bahana.