Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat sedikitnya tiga titik longsor terjadi di wilayah Kapanewon Gedangsari dan Nglipar.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Edy Winarta mengatakan, intensitas hujan yang tinggi dengan durasi cukup lama menjadi faktor utama pemicu longsor.
“Hujan mulai turun sejak siang dan berlangsung hingga malam hari. Kondisi tanah yang jenuh air menyebabkan beberapa tebing dan talud tidak mampu menahan beban,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Selasa, (10/1/2026).
Salah satu longsor terjadi di Padukuhan Soka, Kalurahan Mertelu, Kapanewon Gedangsari sekitar pukul 19.00.
Tebing setinggi sekitar lima meter dengan lebar lima meter longsor dan menutup sebagian jalan penghubung Padukuhan Soka-Baturturu.
Material longsoran mengakibatkan akses jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, sementara kendaraan roda dua masih dapat melintas dengan ekstra kehati-hatian.
“Kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir sekitar Rp1 juta. Tidak ada korban jiwa maupun luka. Namun akses jalan antarpadukuhan sempat terganggu,” jelas Edy.
Tak berselang lama, longsor juga terjadi di Padukuhan Jatirejo, Kalurahan Hargomulyo, Gedangsari sekitar pukul 20.00.
Talud jalan desa sepanjang 9,5 meter dengan tinggi 2,8 meter ambrol setelah saluran drainase meluap dan air masuk ke rongga talud.
Longsoran ini mengancam jalan penghubung antar dusun sekaligus jalur penghubung Kalurahan Mertelu dan Hargomulyo. Kerugian diperkirakan mencapai Rp3,5 juta.
Sementara itu, longsor ketiga dilaporkan terjadi di Wotgalih RT 04/03, Kalurahan Pilangrejo, Kapanewon Nglipar sekitar pukul 21.00.
Talud sepanjang 25 meter dengan tinggi tiga meter ambrol dan menimpa kamar mandi milik warga. Seorang warga lanjut usia sempat terdampak, namun dipastikan dalam kondisi aman.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono menyampaikan, tim reaksi cepat BPBD bersama pemerintah kalurahan, relawan, dan masyarakat setempat langsung melakukan asesmen serta penanganan awal di lokasi.
Pasca kejadian, di tiga titik lokasi longsor pihaknya kini telah memasang rambu peringatan dan membersihkan material longsor. Purwono mengimbau, agar masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan.
“Curah hujan masih cukup tinggi. Warga diminta segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah atau retakan,” tegas Purwono. (bas)
Editor : Bahana.