Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Realisasi Anggaran Capai 94,84 Persen, Pemkab Gunungkidul Tertinggi se-DIY pada 2025

Yusuf Bastiar • Senin, 9 Februari 2026 | 21:12 WIB
Sekertaris Daerah Gunungkidul Sri Suhartanta.
Sekertaris Daerah Gunungkidul Sri Suhartanta.
 
 
 
GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mencatatkan kinerja pengelolaan anggaran dan pembangunan yang solid sepanjang 2025. Realisasi keuangan mencapai 94,84 persen, tertinggi dibandingkan kabupaten/kota se-DIY, dengan realisasi fisik menembus 99,33 persen hingga akhir tahun anggaran.
 
Capaian tersebut mencerminkan konsistensi Pemkab dalam menjaga kualitas pelaksanaan program sekaligus memperkuat hasil pembangunan di berbagai sektor.
 
Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul Sri Suhartanta mengatakan, sepanjang 2025 Pemkab Gunungkidul telah menuntaskan pelaksanaan 136 program, 264 kegiatan, dan 801 subkegiatan yang dilaksanakan oleh 47 perangkat daerah. Total belanja daerah mencapai Rp2,13 triliun.
 
Baca Juga: Erwan Hendarwanto Dipinjamkan ke Garudayaksa FC, Musim Depan Kembali sebagai Dirtek EPA PSIM Jogja
 
“Realisasi keuangan dan fisik ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan setiap program berjalan tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya pada Senin, (9/2/2026).
 
Kinerja pengelolaan anggaran tersebut, lanjut Sri Suhartanta, sejalan dengan peningkatan capaian pembangunan daerah. Pada 2025, Gunungkidul tidak hanya mencatat realisasi keuangan tertinggi se-DIY, tetapi juga menunjukkan perbaikan indikator kesejahteraan masyarakat.
 
Dari 12 Indikator Kinerja Utama (IKU) Pemerintah Daerah, sembilan indikator berhasil mencapai target Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
 
Baca Juga: Harga Cabai hingga Telur Mulai Naik jelang Puasa, Diprediksi Makin Mahal hingga Masuk Ramadan: Pedagang Pastikan Pasokan Aman
 
“Sementara enam indikator memenuhi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” terangnya.
 
Realisasi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 tercatat sebesar 73,13, meningkat dibandingkan capaian 2024 sebesar 72,14. Sementara itu, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 14,15 persen, atau turun 1,03 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
 
“Capaian ini menunjukkan tren pembangunan yang semakin baik, ditandai dengan peningkatan IPM, penguatan indeks ketahanan daerah, perbaikan kualitas lingkungan hidup, serta membaiknya indikator kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
 
Baca Juga: Kasusnya Telah Terjadi 30 Tahun Lalu, Kematian Wartawan Udin di Bantul Tetap Tidak Terungkap
 
Dari sisi pengadaan barang dan jasa, ia juga memastikan seluruh paket strategis tahun 2025 terlaksana dengan baik, tepat waktu, dan tetap menjaga kualitas. Dari total enam paket pekerjaan konstruksi strategis, seluruhnya telah selesai sesuai jadwal dan mulai dimanfaatkan pada 2026.
 
Salah satu proyek strategis tersebut adalah pembangunan Gedung Puskesmas Ponjong II dengan nilai kontrak Rp8,4 miliar. Fasilitas layanan kesehatan tersebut telah diresmikan Bupati pada 5 Desember 2025 dan kini beroperasi melayani masyarakat di wilayah Gunungkidul bagian timur.
 
Selain itu, penyelesaian paket strategis lain juga sangat dinantikan masyarakat, di antaranya rehabilitasi Pasar Trowono Paliyan pascakebakaran, relokasi SD Sawah Panggang, serta pembangunan Pendopo Kapanewon Playen.
 
Baca Juga: Dua Bus Trans Jogja Rute Adisutjipto-Pakem Ditarik, Digantikan Si Bulan: Rencana Diterapakan Awal Maret
 
Seluruh paket tersebut merupakan pekerjaan prioritas yang mendukung visi dan misi Bupati, sekaligus memperkuat layanan publik.
 
“Kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur dan layanan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” tegas Sri Suhartanta.
 
Pada 2025, Bupati bersama perangkat daerah juga menjalankan program berhasil cepat (quick wins) dalam 100 hari kerja pertama. Program-program unggulan ini mendapat respons positif dari masyarakat karena manfaatnya dapat dirasakan langsung.
 
Dinas Pertanian, misalnya, menggulirkan program Gerbang Pagi (Gerakan Pengembangan idaya izi) yang mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman pangan sebagai sumber gizi keluarga sekaligus menekan belanja konsumsi.
 
Baca Juga: Update Cedera Pemain PSS: Nuri Fasya Kembali, Injaï Mulai Latihan Beban
 
Sementara itu, program Guyang Sapi Neng Tlogo yang dikolaborasikan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Lingkungan Hidup, serta Kundha Kabudayan, difokuskan pada revitalisasi telaga, peningkatan kepedulian kesehatan ternak, serta pencegahan penyakit ternak dan antraks.
 
“Program quick wins ini mendorong perangkat daerah untuk tidak hanya mengejar aspek administrasi, tetapi menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
 
Di sektor pariwisata dan penataan ruang publik, Pemkab Gunungkidul juga mencatat capaian penting. Penataan Pantai Sepanjang pada akhir 2025 mampu memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi lokal melalui pengembangan fasilitas pendukung serta penataan pedagang.
 
Baca Juga: Ratusan Pelajar Ramaikan POPDA Kabupaten Magelang 2026, Ajang Seleksi Bibit Atlet Menuju Level Lebih Tinggi
 
Sementara revitalisasi Alun-Alun Wonosari diarahkan menjadi ruang terbuka publik yang representatif untuk kegiatan sosial, olahraga, dan ruang terbuka hijau.
 
“Penataan kawasan wisata dan ruang publik tersebut diharapkan menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, sekaligus meningkatkan daya tarik investasi dan kunjungan wisata ke Kabupaten Gunungkidul,” ujar Sri Suhartanta mengakhiri. (bas)
Editor : Heru Pratomo
#RPJMD #tertinggi #quick win #Alun-alun Wonosari #realisasi anggaran #pemkab #sekda #Kinerja Pembangunan #Gunungkidul #iku #RKPD #Realisasi Fisik #Se-DIY #Sri Suhartanta #ipm