Melihat intensitas hujan disertai angin kencang hingga tanah longsor masih kerap terjadi, Pemkab Gunungkidul memutuskan memperpanjang status Siaga Darurat Hidrometeorologi hingga 31 Maret 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan, 120 kejadian akibat bencana alam ini terdiri dari dampak cuaca ekstrim berupa pohon tumbang hingga bangunan rusak sebanyak 74 kejadian. Sementara itu, lanjutnya, sebanyak 46 kejadian merupakan tanah longsor yang tersebar di Kapanewon Gedangsari, Purwosari, Semin, Nglipar, Ngawen hingga Tepus.
“Tidak menimbulkan korban jiwa,” ujarnya kepada wartawan pada Rabu, (28/1/2026).
Ia menyebut, perpanjangan status siaga darurat ini mengacu pada kebijakan Pemerintah Daerah Istimewa Jogjakarta yang juga menetapkan perpanjangan hingga akhir Maret 2026. Selain itu, keputusan tersebut didasarkan pada prakiraan musim hujan yang diprediksi masih berlangsung hingga pertengahan April 2026.
“Status siaga darurat bencana hidrometeorologi di Gunungkidul diperpanjang hingga akhir Maret. Ini hasil kajian dan evaluasi karena potensi cuaca ekstrem masih cukup tinggi,” ujarnya.
Purwono menjelaskan, pihaknya telah menyusun pemetaan wilayah rawan bencana sebagai dasar upaya mitigasi. Berdasarkan pemetaan tersebut, potensi banjir teridentifikasi di sepanjang aliran Kali Oya serta sejumlah titik di Kapanewon Girisubo. Sementara potensi tanah longsor banyak ditemukan di wilayah zona utara Gunungkidul yang meliputi Kapanewon Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin, dan Ponjong.
Kemudian, lanjut dia, ancaman angin kencang disebut hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten Gunungkidul. Lebih lanjut, Purwono menegaskan kesiapsiagaan BPBD tidak hanya berhenti pada penetapan status siaga darurat. Personel BPBD telah disiagakan dan siap diterjunkan kapan saja apabila terjadi bencana.
“Kami sudah menyiapkan personel tim reaksi cepat untuk penanganan darurat, termasuk evakuasi warga apabila terjadi bencana alam,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Edy Winarta mengimbau masyarakat untuk aktif melakukan langkah mitigasi sederhana. Ia mencontohkan langkah tersebut berupa kerja bakti membersihkan saluran air dan memangkas pohon yang terlalu rindang. Selain itu, masyarakat diminta terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG sebagai acuan aktivitas harian.
“Kami terus memantau situasi, diharapkan masyarakat menghubungi Pusdalops BPBD Kabupaten Gunungkidul untuk informasi dan laporan kejadian. Personil kami selalu siap siaga,” pungkasnya. (bas)
Editor : Bahana.