Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

SPPG Dapat Pasokan dari Supplier, Harga Bapok di Pasaran Gunungkidul Stabil

Yusuf Bastiar • Rabu, 5 November 2025 | 11:50 WIB
Pelaksanaan operasi pasar di Pasar Argosari, Wonosari, Gunungkidul, Rabu (12/3) lalu.
Pelaksanaan operasi pasar di Pasar Argosari, Wonosari, Gunungkidul, Rabu (12/3) lalu.

 

GUNUNGKIDUL - Pemkab Gunungkidul memastikan stok bahan makanan pokok di wilayahnya dalam kondisi aman dan stabil di tengah pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Meski program tersebut menyerap banyak bahan pangan seperti beras, telur, daging ayam potong, dan minyak, tidak ditemukan adanya kelangkaan maupun lonjakan harga yang signifikan di pasar.

Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul Kelik Yuniantoro menyampaikan, hasil pemantauan harga di pasar menunjukkan kondisi harga yang relatif stabil. Bahkan, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga dalam sepekan terakhir.

Harga telur ayam minggu ini turun menjadi Rp 28.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp 30.000. Daging ayam juga sudah stabil di kisaran Rp 36.000 per kilogram.

“Hanya bumbu seperti bawang merah dan bawang putih yang mengalami sedikit kenaikan,” ujar Kelik saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa, (4/11).

Menurut Kelik, stok bahan pokok di pasar masih mencukupi. Tidak ada laporan kelangkaan maupun gejolak harga yang signifikan, meskipun aktivitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus meningkat seiring pelaksanaan program MBG di sekolah-sekolah.

“Dari 59 dapur SPPG yang ditargetkan, saat ini baru 44 yang terverifikasi dan 24 sudah beroperasi. Kami cek setiap hari, sampai saat ini semua aman,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebagian besar dapur SPPG mendapatkan pasokan bahan langsung dari supplier atau distributor, tidak selalu melalui pasar tradisional setiap hari. Namun, Dinas Perdagangan tetap memantau rantai pasok agar kebutuhan bahan pangan tetap terpenuhi dan harga di pasar tidak terdampak.

“Kami belum bisa memastikan semua bahan diambil dari Gunungkidul atau luar daerah, tapi ini menjadi fokus pemantauan minggu ini. Prinsipnya, ketersediaan tetap terjaga,” tambahnya.

Pedagang bahan pokok di Pasar Argosari Wonosari Etik Purwaningsih mengakui, pasokan bahan makanan, khususnya telur, tetap lancar selama program MBG berlangsung.

Menurut Etik, harga telur cenderung stabil, hanya mengalami fluktuasi kecil tergantung aktivitas dapur SPPG. Ia mengaku, jika suplai MBG libur seperti di Jumat sampai Minggu, kata dia, harga agak turun. Tetapi, lanjut dia, mulai Minggu sore hingga Senin harga telur biasanya naik lagi sekitar Rp 500 sampai Rp 1.000 per kilogram.

“Suplai telur itu dari mana-mana, bukan hanya dari Gunungkidul. Ada yang dari Jawa Timur, Prambanan, dan Sleman. Berapa pun mintanya, mereka siap kirim,” ujarnya.

Ia mengaku sempat memasok beras untuk salah satu dapur SPPG di Karangmojo, namun belum berani memperluas pasokan karena keterbatasan modal. Meski demikian, penjualannya di pasar tetap stabil.

“Penjualan masih aman, stok bahan makanan juga tetap tersedia,” imbuhnya. (bas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#prambanan #pemkab #Mbg #Sleman #Supplier #Gunungkidul #jawa timur #SPPG #bapok