Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gelombang Tinggi Empat Meter Terjang Pesisir Gunungkidul, Nelayan dan Wisatawan Diimbau Waspada

Yusuf Bastiar • Kamis, 16 Oktober 2025 | 12:05 WIB

 

Pemancing di wilayah Pantai Wediombo memilih melakukan aktivitas dari tepian pantai selama gelombang tinggi berlangsung Rabu (15/10/2025).
Pemancing di wilayah Pantai Wediombo memilih melakukan aktivitas dari tepian pantai selama gelombang tinggi berlangsung Rabu (15/10/2025).

GUNUNGKIDUL - Gelombang tinggi mencapai empat meter terpantau di sejumlah pantai selatan Gunungkidul DIY sejak Rabu (15/10/2025) pagi.

Akibatnya, tim Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) wilayah pesisir memperketat penjagaan di area pantai untuk mengantisipasi potensi kecelakaan laut.

Koordinator SRI Wilayah I Sadeng Sunu Handoko mengatakan, puncak gelombang tinggi diperkirakan terjadi pada Rabu malam, sebelum menurun pada keesokan harinya.

 Baca Juga: Damkar Gunungkidul Evakuasi Ular Piton Sepanjang 2,5 Meter di Permukiman, Pastikan Warga Aman

“Ini (gelombang tinggi) puncaknya malam ini dan diperkirakan besok sudah menurun. Untuk intensitas angin kencang, tadi pagi sampai siang cukup kuat, tapi mulai sore sudah agak landai,” ujar Sunu Handoko saat dikonfirmasi Rabu (15/10/2025).

Ia menyebut, sebagian besar nelayan di wilayah Sadeng, Wediombo, dan Siung memilih tidak melaut sementara waktu karena kondisi yang berbahaya.

Meski demikian, ada beberapa nelayan yang tetap pergi ke laut untuk mengambil jaring yang sebelumnya sudah dipasang di tengah perairan.

 Baca Juga: Perwakilan Ponpes se-Kota Jogja Sayangkan Framing Negatif Pesantren, DPRD Kota Jogja Desak KPI Bentuk Tim Pencari Fakta

Melihat kondisi ini, Sunu mengaku personelnya sudah disiagakan di titik-titik aktivitas nelayan agar bisa merespons cepat jika terjadi keadaan darurat.

“Beberapa nelayan tetap ke laut sebentar untuk ambil jala, setelah itu langsung pulang,” tambahnya.

Selain memantau aktivitas nelayan, petugas Satlinmas juga mengimbau wisatawan untuk tidak bermain terlalu dekat dengan bibir pantai, terutama di area yang memiliki palung atau arus balik kuat.

“Aktivitas wisata masih aman di titik yang tidak rawan. Kami tetap siaga di seluruh pantai wisata. Warga dan wisatawan kami imbau tetap waspada, kalau melihat gejala angin kencang atau gelombang besar sebaiknya segera menepi,” imbaunya.

 Baca Juga: Pemkot Jogja Akan Jadikan RTHP sebagai Tempat Pengolahan Sampah Organik

Dari wilayah barat, Koordinator SRI Wilayah II Baron Marjono melaporkan satu insiden terjadi di Pantai Ngandong. Seorang anak buah kapal (ABK) dilaporkan terjatuh dari kapal akibat hempasan ombak tinggi.

Ia menambahkan, angin kencang dan ombak besar masih menjadi tantangan utama di sepanjang pesisir selatan Gunungkidul.

Pihaknya telah mengimbau para nelayan untuk tidak melaut sementara waktu hingga kondisi benar-benar aman.

“Memang ada satu kejadian ABK terjatuh di Pantai Ngandong. Beruntung korban berhasil selamat berkat bantuan tim SAR dan nelayan setempat yang segera melakukan evakuasi,” kata Marjono.

Hingga Selasa (14/10/2025) sore, seluruh pantai di wilayah Gunungkidul dilaporkan aman tanpa adanya korban jiwa.

Meski begitu, petugas SRI bersama unsur SAR dan relawan pantai tetap siaga 24 jam untuk memastikan keamanan pengunjung dan masyarakat pesisir.

 Baca Juga: Tunggu Sampai Rekomtek Turun, Penambang Rakyat Sungai Progo Akan Bermalam di BBWSSO

Sunu mengimbau masyarakat terus memantau informasi cuaca dari BMKG, serta waspada ketika melakukan aktivitas berisiko tinggi di laut selama gelombang tinggi masih terjadi di wilayah selatan.

“Sampai sore ini, semua pantai di wilayah kami aman. Warga tetap beraktivitas seperti biasa, wisatawan juga bisa berlibur dengan aman dan nyaman dengan pantauan personel kami di lapangan,” imbuhnya. (bas/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#waspada #Nelayan #Pesisir Gunungkidul #gelombang tinggi 4 meter #Wisatawan