GUNUNGKIDUL - Tradisi labuhan kembali digelar di Telaga Moto Indro, Kalurahan Girisuko, Kapanewon Panggang, Gunungkidul, Sabtu (19/10).
Tradisi dengan ritual persembahan hasil bumi sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan pengucapan rasa syukur kepada Tuhan atas berkah yang melimpah. Acara dimulai sejak pagi hingga siang hari.
Lengkap dengan pakaian Adat Jawa, ratusan masyarakat membentuk barisan dengan memikul gunungan hasil bumi yang terdiri dari makanan dan hasil pertanian. Setidaknya empat gunungan dipikul dari rumah menuju ke telaga.
Prosesi dimulai dengan pertunjukkan Tari Suko Pari Suko yang dilakukan oleh anak-anak dari Kalurahan Girisuko. Kesenian Tari Suko Pari Suko bermakna riang gembira.
Dalam pegelaran Tradisi Labuhan di Telaga Moto Indro Kalurahan Girisuko juga menarik perhatian dari Dinas Koperasi dan UMKM DIY. Dalam pegelaran Labuhan Fest, sekitar 40 UMKM dilibatkan menjajakan dagangannya.
Pelaksana harian (Plh)Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DIY Wisnu Hermawan mengatakan, pegelaran Labuhan Fest dapat menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk-produk potensial.
"Diintegrasikan dengan promosi produk-produk lokal di Kalurahan Girisuko dan mendapatkan dukungan dari kami," ujar Wisnu kepada Radar Jogja.
Hal itu perlu dilakukan, mengingat wilayah Kalurahan Girisuko menjadi daerah yang cukup terisolir dengan keberadaan hutan-hutan untuk menuju ke lokasi tersebut. Padahal, produk UMKM seperti kerajinan tangan, kesenian hingga makanan khas memiliki potensi untuk dipasarkan.
"Event yang menarik perhatian masyarakat maupun wisatawan dapat menjadi peluang bagi pelaku UMKM dalam memperkenalkan produknya, terlebih lagi Kalurahan Girisuko merupakan desa preuner yang mendapatkan pembinaan dari kami," tuturnya.
Wisnu menyebutkan, produk-produk UMKM berupa seperti batik, tatal kayu, kripik pisang dan lain sebagainya. Pihaknya berharap, produk UMKM lokal dapat bersinergi dengan sektor pariwisata dan kebudayaan.
"Upaya kami dalam meningkatkan perekonomian dan pemberdayaan masyarakat," tandasnya. (ndi)
Editor : Heru Pratomo